Hibata.id – Benteng Otanaha di Kota Gorontalo menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang paling ikonik di daerah ini.
Dibangun pada abad ke-15, benteng tersebut menyimpan kisah perjuangan rakyat Gorontalo dalam menghadapi ancaman, termasuk penjajahan asing.
Nama Otanaha berasal dari gabungan kata Ota yang berarti benteng dan Naha, nama pangeran yang dikenal sebagai penemunya.
Berdasarkan legenda setempat, benteng ini dibangun dengan bantuan bangsa Portugis, namun kemudian direbut kembali oleh rakyat Gorontalo di bawah pimpinan Pangeran Naha, ibunya Boki, dan saudaranya Pangeran Ndoba.
Pada awalnya, benteng digunakan sebagai tempat perlindungan Raja Ilato, pemimpin Gorontalo saat itu.
Namun, fungsinya berkembang menjadi benteng pertahanan strategis melawan serangan Portugis.
Hingga kini, kisah kepahlawanan Naha dan keluarganya tetap melekat sebagai bagian penting dari sejarah Gorontalo.
Selain Otanaha, terdapat pula dua benteng lain di sekitarnya, yakni Benteng Ulupahu dan Benteng Itamula.
Ketiganya membentuk jaringan pertahanan yang menunjukkan strategi militer masyarakat Gorontalo di masa lalu.
Keistimewaan Benteng Otanaha bukan hanya terletak pada nilai sejarahnya, tetapi juga pada bahan bangunannya.
Konon, dinding benteng dibuat dari campuran batu kapur dan putih telur sehingga mampu bertahan ratusan tahun.
Untuk mencapai puncak benteng, pengunjung harus menapaki 348 anak tangga yang terbagi dalam beberapa persinggahan: 52 anak tangga menuju pos pertama, 83 menuju pos kedua, 53 menuju pos ketiga, 89 menuju pos keempat, dan 71 menuju area utama benteng.
Meski cukup menantang, jalur tersebut menyajikan pemandangan indah Kota Gorontalo dan Danau Limboto.
Kini, Benteng Otanaha tidak hanya menjadi monumen sejarah, tetapi juga magnet wisata yang mempertemukan nilai budaya, edukasi, dan panorama alam.
Wisatawan dapat merasakan nuansa perjuangan masa lalu sembari menikmati keindahan bukit dan danau yang mengelilinginya.
Benteng Otanaha sekaligus menjadi simbol keberanian, kebanggaan, dan identitas masyarakat Gorontalo yang terus dijaga hingga hari ini.













