Scroll untuk baca berita
Wisata

Benteng Otanaha, Jejak Sejarah Abad ke-15 yang Jadi Ikon Wisata Gorontalo

×

Benteng Otanaha, Jejak Sejarah Abad ke-15 yang Jadi Ikon Wisata Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Wisatawan ketika menikmati keindahan Benteng Otanaha di Kota Gorontalo, 5 Juli 2016. Benteng yang dibangun oleh Bangsa Portugis pada tahun 1522 ini seolah menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Gorontalo. (Liputan6.com/Herman Zakharia)/Hibata.id
Wisatawan ketika menikmati keindahan Benteng Otanaha di Kota Gorontalo, 5 Juli 2016. Benteng yang dibangun oleh Bangsa Portugis pada tahun 1522 ini seolah menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Gorontalo. (Liputan6.com/Herman Zakharia)/Hibata.id

Hibata.id – Benteng Otanaha di Kota Gorontalo menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang paling ikonik di daerah ini.

Dibangun pada abad ke-15, benteng tersebut menyimpan kisah perjuangan rakyat Gorontalo dalam menghadapi ancaman, termasuk penjajahan asing.

Scroll untuk baca berita

Nama Otanaha berasal dari gabungan kata Ota yang berarti benteng dan Naha, nama pangeran yang dikenal sebagai penemunya.

Berdasarkan legenda setempat, benteng ini dibangun dengan bantuan bangsa Portugis, namun kemudian direbut kembali oleh rakyat Gorontalo di bawah pimpinan Pangeran Naha, ibunya Boki, dan saudaranya Pangeran Ndoba.

Baca Juga:  Menikmati Suasana Asri Taruna Remaja di Tengah Kota Gorontalo

Pada awalnya, benteng digunakan sebagai tempat perlindungan Raja Ilato, pemimpin Gorontalo saat itu.

Namun, fungsinya berkembang menjadi benteng pertahanan strategis melawan serangan Portugis.

Hingga kini, kisah kepahlawanan Naha dan keluarganya tetap melekat sebagai bagian penting dari sejarah Gorontalo.

Selain Otanaha, terdapat pula dua benteng lain di sekitarnya, yakni Benteng Ulupahu dan Benteng Itamula.

Ketiganya membentuk jaringan pertahanan yang menunjukkan strategi militer masyarakat Gorontalo di masa lalu.

Baca Juga:  10 Wisata Terbaru di Jatinangor yang Wajib Dikunjungi Tahun 2025

Keistimewaan Benteng Otanaha bukan hanya terletak pada nilai sejarahnya, tetapi juga pada bahan bangunannya.

Konon, dinding benteng dibuat dari campuran batu kapur dan putih telur sehingga mampu bertahan ratusan tahun.

Untuk mencapai puncak benteng, pengunjung harus menapaki 348 anak tangga yang terbagi dalam beberapa persinggahan: 52 anak tangga menuju pos pertama, 83 menuju pos kedua, 53 menuju pos ketiga, 89 menuju pos keempat, dan 71 menuju area utama benteng.

Meski cukup menantang, jalur tersebut menyajikan pemandangan indah Kota Gorontalo dan Danau Limboto.

Baca Juga:  Danau Asam Suoh, Destinasi Wisata Tersembunyi di Lampung Barat

Kini, Benteng Otanaha tidak hanya menjadi monumen sejarah, tetapi juga magnet wisata yang mempertemukan nilai budaya, edukasi, dan panorama alam.

Wisatawan dapat merasakan nuansa perjuangan masa lalu sembari menikmati keindahan bukit dan danau yang mengelilinginya.

Benteng Otanaha sekaligus menjadi simbol keberanian, kebanggaan, dan identitas masyarakat Gorontalo yang terus dijaga hingga hari ini.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel