Wisata

Desa Argosari, “Negeri di Atas Awan” yang Jadi Primadona Wisata Alam Lumajang

×

Desa Argosari, “Negeri di Atas Awan” yang Jadi Primadona Wisata Alam Lumajang

Sebarkan artikel ini
Desa Argosari di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam dan kekayaan budaya lokal/Ai/Hibata.id
Desa Argosari di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam dan kekayaan budaya lokal/Ai/Hibata.id

Hibata.id – Tren berlibur ke desa wisata kian digemari wisatawan Indonesia. Salah satu destinasi yang mencuri perhatian adalah Desa Argosari di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Destinasi ini menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam dan kekayaan budaya lokal.

Berada di ketinggian 2.000 hingga 2.900 meter di atas permukaan laut, Desa Argosari menyuguhkan panorama pegunungan yang memukau, dikelilingi oleh keanggunan Gunung Semeru dan Gunung Bromo.

Desa ini dikenal luas berkat destinasi andalannya, Puncak B29, yang kerap dijuluki Negeri di Atas Awan.

Baca Juga:  Kick Off Festival Maleo: Strategi BI Gorontalo Bangkitkan UMKM dan Wisata Halal

Saat pagi hari, pengunjung dapat menyaksikan fenomena lautan awan yang membentang luas sejauh mata memandang. Suasana ini menjadikan Puncak B29 sebagai spot favorit bagi pencinta alam dan fotografer yang ingin mengabadikan momen magis dari ketinggian.

“Awalnya kami hanya fokus bertani, tapi semakin banyak wisatawan datang karena keindahan alam di sini. Akhirnya kami sepakat mengembangkan potensi wisata secara mandiri,” ujar Ari, warga Desa Argosari yang juga pelaku wisata lokal.

Desa ini dulunya merupakan kawasan agraris dengan mayoritas penduduk dari suku Tengger yang bertani di lereng gunung. Namun kini, desa tersebut tumbuh menjadi salah satu desa wisata terbaik di Lumajang, mengandalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Minta Gorontalo Kembangkan Pariwisata Lewat Inovasi

Selain menikmati pemandangan alam, wisatawan juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyaksikan pertunjukan seni tradisional, dan ikut serta dalam kegiatan harian warga seperti membajak sawah atau membuat kerajinan tangan. Atmosfer desa yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota memberikan pengalaman liburan yang lebih personal dan autentik.

Potensi alam yang melimpah seperti hamparan sawah hijau, udara pegunungan yang sejuk, hingga aliran sungai yang jernih menjadikan desa wisata di Indonesia semakin relevan bagi wisatawan yang mendambakan ketenangan dan koneksi dengan alam.

Baca Juga:  Pesona Pemandian Meranti, Destinasi Wisata Alam di Bone Bolango

Pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai bagian dari strategi pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi.

Desa Argosari kini menjadi contoh sukses desa yang mampu mengelola potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi berbasis pariwisata berkelanjutan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel