Wisata

Pasambaya Riverside, Destinasi Alam yang Bikin Betah dari Senja hingga Pagi

×

Pasambaya Riverside, Destinasi Alam yang Bikin Betah dari Senja hingga Pagi

Sebarkan artikel ini
Wisata Pasambaya Riverside/Hibata.id
Wisata Pasambaya Riverside/Hibata.id

Hibata.id – Perjalanan menuju Pasambaya Riverside terasa seperti pelan-pelan meninggalkan hiruk pikuk kota.

Sekitar 30 menit dari Kota Gorontalo, suasana mulai berubah—udara lebih segar, pepohonan semakin rapat, dan suara alam perlahan mengambil alih.

Di Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, sebuah aliran sungai yang dulunya tampak biasa kini menjelma menjadi tempat yang membuat siapa saja ingin berlama-lama.

Pasambaya Riverside bukan sekadar tempat wisata. Ia seperti ruang pelarian kecil bagi siapa saja yang ingin beristirahat dari rutinitas.

Air sungainya jernih, mengalir tenang di antara bebatuan. Pepohonan hijau di sekelilingnya menciptakan bayangan alami yang membuat suasana tetap sejuk, bahkan saat matahari berada tepat di atas kepala.

Tak heran jika tempat ini cepat menarik perhatian, apalagi setelah banyak pengunjung membagikan keindahannya di media sosial.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Minta Gorontalo Kembangkan Pariwisata Lewat Inovasi

Dari yang awalnya hanya dikenal warga sekitar, kini Pasambaya mulai ramai didatangi wisatawan dari berbagai daerah.

Akses menuju lokasi pun tidak sulit. Jalan utama yang berada tak jauh dari kawasan membuat pengunjung bisa datang dengan kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa kendala berarti.

Namun, daya tarik utama Pasambaya bukan hanya pada keindahan visualnya.

Di sini, waktu terasa berjalan lebih lambat.

Beberapa pengunjung memilih datang hanya untuk duduk santai di pinggir sungai, merendam kaki, atau sekadar menikmati suara air yang mengalir. Sementara yang lain membawa tenda dan memutuskan bermalam.

Saat malam tiba, suasana berubah menjadi lebih hening. Hanya ada suara alam—gemercik air, hembusan angin, dan sesekali suara serangga malam. Tanpa lampu kota, langit terasa lebih luas.

Bagi banyak orang, momen seperti ini jarang ditemukan.

Baca Juga:  Menyusuri Air Terjun Botuwombato, Wisata Alam Eksotis dengan Cerita Mistis

“Awalnya kami lihat dari media sosial, tapi setelah datang ternyata suasananya jauh lebih bagus,” kata Cindra, salah satu pengunjung.

Ia mengaku datang tanpa ekspektasi tinggi, namun justru menemukan pengalaman yang sulit dilupakan.

“Tempat ini cocok untuk santai, tapi juga seru kalau mau main air,” ujarnya.

Pagi hari di Pasambaya menjadi cerita lain yang tak kalah menarik.

Kabut tipis turun perlahan, udara terasa lebih dingin, dan suara burung mulai terdengar dari berbagai arah. Embun yang menempel di dedaunan menciptakan suasana yang terasa sangat alami.

Safira, pengunjung lainnya, memilih menginap agar bisa menikmati momen tersebut.

“Yang paling berkesan itu pagi hari. Dingin, tenang, dan benar-benar terasa dekat dengan alam,” katanya.

Di balik keindahannya, Pasambaya juga menyimpan cerita lokal.

Baca Juga:  Curug Cikaso, Pesona Tiga Air Terjun di Sukabumi yang Menyegarkan Jiwa

Warga setempat menyebut nama “Pasambaya” sebagai istilah dalam bahasa Gorontalo yang berarti pertemuan dua arus sungai. Hal itu sesuai dengan kondisi di lokasi, di mana dua aliran sungai dari wilayah Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango bertemu.

Pertemuan dua arus itu seolah menjadi simbol—bahwa di tempat sederhana, selalu ada cerita yang mengalir.

Pasambaya Riverside mungkin belum sebesar destinasi wisata lain. Namun justru di situlah daya tariknya.

Ia tetap sederhana, tetap alami, dan belum kehilangan jiwanya.

Bagi siapa saja yang ingin sejenak berhenti, menarik napas lebih dalam, dan kembali merasakan tenangnya alam—Pasambaya adalah tempat yang layak untuk dikunjungi.

Dan sekali datang, rasanya sulit untuk tidak ingin kembali.

 

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel