Hibata.id – Fakta baru soal aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Pohuwato bikin publik makin tercengang.
Dalam konferensi pers di Mako Polres Pohuwato, Jumat (21/11/2025), polisi memastikan bahwa praktik tambang ilegal ternyata bukan cuma terjadi di Buntulia.
Semua berawal saat awak media bertanya, apakah ada aktivitas PETI di lokasi lain, dan kalau iya, kenapa hanya tiga orang yang ditangkap?
Pertanyaan itu langsung dijawab tegas oleh Wakapolres Pohuwato, Kompol Heny Mudji Rahayu.
“Ya, tentu saja operasi ini kami lakukan bertahap. Ini masih proses. Harus dipahami personel Polres ini. Nanti kita akan koordinasi dengan Polda bagaimana mengatasi hal ini,” tegas Wakapolres.
Jawaban itu seolah memberi gambaran kalau jaringan PETI di Pohuwato nggak sesederhana yang terlihat.
Penindakan juga disebut nggak selalu mulus, karena pelaku lapangan dan pemain besar di balik tambang ilegal sering tidak terlihat jelas.

“Terus terang, kita menangkap ini, kita tidak tahu siapa yang di sana dan siapa yang melakukan itu. kita tidak menampik bahwasanya di wilayah Pohuwato ini banyak aktivitas PETI,” ungkapnya.
Yang bikin publik makin penasaran, Wakapolres memastikan operasi pemberantasan PETI belum selesai dan tidak akan berhenti di Buntulia.
“Kami akan menindak tempat-tempat lain ke depan. Namun kami butuh dukungan semua pihak, termasuk instansi terkait, untuk penegakan hukum pada aktivitas penambang liar,” imbuhnya.
Kalimat itu memberi sinyal kuat bahwa Polres sudah mengantongi lokasi PETI lain — tapi belum dibuka ke publik, termasuk balayo.
Tiga orang sudah ditangkap, siapa berikutnya?
Sebelumnya, dua orang pelaku PETI ditangkap di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kamis (20/11/2025).
Saat pengembangan kasus, jumlah tersangka bertambah menjadi tiga orang, masing-masing dengan peran berbeda:
- ARM — diduga terlibat langsung di lokasi tambang
- ACM — operator ekskavator merek Hyundai
- RM — pengawas pekerja tambang
Ketiganya kini menjalani proses hukum. Jika operasi dilanjutkan sampai ke akar masalah, kemungkinan besar jumlah pelaku yang terjerat tidak akan berhenti di angka tiga.













