Scroll untuk baca berita
Kriminal

3 Penambang Ilegal Pohuwato Jadi Tersangka, Lalu Bagaimana dengan Balayo?

×

3 Penambang Ilegal Pohuwato Jadi Tersangka, Lalu Bagaimana dengan Balayo?

Sebarkan artikel ini
Kasatreskrim Polres Pohuwato AKP Khoirunnas, S.I.K., S.H. bersama Wakapolres Kompol Heny Mudji Rahayu/Hibata.id
Kasatreskrim Polres Pohuwato AKP Khoirunnas, S.I.K., S.H. bersama Wakapolres Kompol Heny Mudji Rahayu/Hibata.id

Hibata.id – Fakta baru soal aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Pohuwato bikin publik makin tercengang.

Dalam konferensi pers di Mako Polres Pohuwato, Jumat (21/11/2025), polisi memastikan bahwa praktik tambang ilegal ternyata bukan cuma terjadi di Buntulia.

Scroll untuk baca berita

Semua berawal saat awak media bertanya, apakah ada aktivitas PETI di lokasi lain, dan kalau iya, kenapa hanya tiga orang yang ditangkap?

Pertanyaan itu langsung dijawab tegas oleh Wakapolres Pohuwato, Kompol Heny Mudji Rahayu.

“Ya, tentu saja operasi ini kami lakukan bertahap. Ini masih proses. Harus dipahami personel Polres ini. Nanti kita akan koordinasi dengan Polda bagaimana mengatasi hal ini,” tegas Wakapolres.

Baca Juga:  Hasil Autopsi Ungkap Diplomat Kemlu Arya Daru Alami Kekerasan Tumpul Sebelum Tewas

Jawaban itu seolah memberi gambaran kalau jaringan PETI di Pohuwato nggak sesederhana yang terlihat.

Penindakan juga disebut nggak selalu mulus, karena pelaku lapangan dan pemain besar di balik tambang ilegal sering tidak terlihat jelas.

Dua Pelaku Tambang Emas Ilegal Diringkus, Alat Berat Ikut Diseret ke Polres
Alat Bukti Tambang Emas Ilegal Pohuwato saat dibawa ke Polres/Hibata.id

“Terus terang, kita menangkap ini, kita tidak tahu siapa yang di sana dan siapa yang melakukan itu. kita tidak menampik bahwasanya di wilayah Pohuwato ini banyak aktivitas PETI,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polresta Gorontalo Kota Amankan Delapan Pemuda Mabuk di Waterboom

Yang bikin publik makin penasaran, Wakapolres memastikan operasi pemberantasan PETI belum selesai dan tidak akan berhenti di Buntulia.

“Kami akan menindak tempat-tempat lain ke depan. Namun kami butuh dukungan semua pihak, termasuk instansi terkait, untuk penegakan hukum pada aktivitas penambang liar,” imbuhnya.

Kalimat itu memberi sinyal kuat bahwa Polres sudah mengantongi lokasi PETI lain — tapi belum dibuka ke publik, termasuk balayo.

Tiga orang sudah ditangkap, siapa berikutnya?

Sebelumnya, dua orang pelaku PETI ditangkap di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kamis (20/11/2025).
Saat pengembangan kasus, jumlah tersangka bertambah menjadi tiga orang, masing-masing dengan peran berbeda:

  • ARM — diduga terlibat langsung di lokasi tambang
  • ACM — operator ekskavator merek Hyundai
  • RM — pengawas pekerja tambang
Baca Juga:  Warga Papua Barat Diamankan di Buton Tengah karena Ancam Warga dengan Parang

Ketiganya kini menjalani proses hukum. Jika operasi dilanjutkan sampai ke akar masalah, kemungkinan besar jumlah pelaku yang terjerat tidak akan berhenti di angka tiga.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel