Hibata.id – Keputusan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang memprioritaskan perbaikan jalan di Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, banyak mendapat apresiasi dari warga setempat.
Namun alih-alih memperhatikan jalan di Boalemo, jalan rusak di Jalan Piola Isa, yang hanya berjarak 300 meter dari rumah pribadi sang Gubernur di Kota Gorontalo, justru terkesan dibiarkan rusak.
Jalan Piola Isa di kawasan Wongkaditi memang sudah lama dikeluhkan warga karena kondisinya kerap kali membahayakan pengendara hingga banyak terjadi peristiwa kecelakaan.
Kubangan besar dan permukaan jalan yang rusak parah masih terlihat hingga pertengahan Juli 2025 tanpa tanda-tanda perbaikan.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan dalam kunjungan kerja Gubernur ke Paguyaman Pantai. Gubernur Gusnar Ismail menjanjikan percepatan penanganan jalan yang rusak akibat longsor.
Ia menyebutkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo sudah mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat.
“Saya sudah dapat jaminan dari Pak Kadis PUPR bahwa usulan anggarannya sudah disampaikan ke pusat. Insyaallah, kalau kita dapat persetujuan anggaran, perbaikannya akan segera dilakukan,” kata Gusnar dilansir berita.gorontaloprov.go.id.
Respons cepat ini memicu pertanyaan publik. Warga mempertanyakan mengapa akses strategis di dalam kota, terutama dekat rumah pribadi Gubernur, seolah diabaikan.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Gorontalo, Meyko Isa, memastikan pengerjaan Jalan Piola Isa segera dimulai.
“Kemarin, tanggal 17 (Juli), sudah kontrak. Insya Allah, pekerjaan akan segera dimulai,” ujarnya kepada Hibata.id, Jumat (18/7/2025).
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kontrak baru diteken setelah keluhan warga mencuat, memperkuat kesan perbaikan hanya dilakukan karena tekanan publik.
Isu ketimpangan perbaikan infrastruktur di Gorontalo bukan hal baru. Masyarakat menilai, perhatian pemerintah provinsi kerap terfokus pada daerah yang dikunjungi Gubernur atau mendapat sorotan media, bukan pada kebutuhan mendesak warga di pusat kota.













