Hibata.id – Partai NasDem resmi mengganti Ahmad Sahroni dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Pergantian itu dilakukan setelah pernyataan Sahroni yang merendahkan aksi demonstrasi pembubaran DPR RI menuai kritik luas di ruang publik.
Ahmad Sahroni dikenal sebagai politisi dengan julukan “Crazy Rich Priok” karena harta kekayaan yang fantastis.
Berdasarkan data terbaru Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diperbarui pada 21 Februari 2025, total harta Sahroni mencapai Rp328,9 miliar.
Menurut data LHKPN, Sahroni memiliki aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp139,58 miliar yang tersebar di Jakarta, Bali, hingga wilayah lainnya.
Di Jakarta Selatan, ia tercatat memiliki properti senilai Rp22,25 miliar dan Rp23,18 miliar. Sementara di Bali, ia mempunyai aset tanah dan bangunan senilai Rp15,95 miliar.
Selain properti, koleksi kendaraan mewah dan klasik milik Sahroni juga mencuri perhatian.
Nilainya ditaksir mencapai Rp34,1 miliar. Koleksinya mencakup Ferrari, Porsche, Tesla, Bentley, hingga motor Harley Davidson dan Vespa klasik.
Tak hanya itu, Sahroni juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp107,73 miliar, surat berharga Rp60 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp78,35 miliar.
Setelah dikurangi utang sebesar Rp34,95 miliar, total kekayaan bersih Ahmad Sahroni tercatat Rp328,91 miliar.
Julukan “Crazy Rich Priok” melekat pada Sahroni karena kegemarannya pada otomotif serta kepemilikan mobil mewah dengan nilai fantastis.
Beberapa di antaranya adalah Porsche 911 Sport Classic senilai Rp14 miliar, Tesla X75D senilai Rp2,8 miliar, hingga Harley Davidson Road Glide tahun 2022 seharga Rp1,66 miliar.
Koleksi mobil klasik seperti Mustang 1967, Mercedes-Benz keluaran 1957, hingga Volkswagen Beetle 1963 juga melengkapi daftar panjang kendaraan miliknya.
Sahroni merupakan kader Partai NasDem yang dikenal vokal di parlemen. Namun, pernyataannya terkait aksi demonstrasi belakangan ini menuai reaksi negatif dari publik. NasDem pun mengambil langkah dengan mengganti posisinya di Komisi III DPR RI.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya partai dalam menjaga citra politik di tengah meningkatnya sorotan masyarakat terhadap kinerja DPR RI dan perilaku para legislator.
Kasus ini menunjukkan bahwa figur publik, terutama pejabat negara, dituntut berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.
Ahmad Sahroni yang dikenal dengan kekayaan besar dan gaya hidup mewah kini menghadapi ujian dalam karier politiknya.












