Kota Gorontalo

Ekonomi Kota Gorontalo Tumbuh Lewati Target RPJMD, Bukti Kreativitas Wali Kota Adhan

×

Ekonomi Kota Gorontalo Tumbuh Lewati Target RPJMD, Bukti Kreativitas Wali Kota Adhan

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Triwulan II Meroket ke Angka 6,16 Persen.
Ekonomi Triwulan II Meroket ke Angka 6,16 Persen

Hibata.id – Perekonomian Kota Gorontalo melonjak tajam pada triwulan II tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pertumbuhan ekonomi mencapai 6,16 persen, jauh di atas target tahunan sebesar 4,47 persen dan melampaui proyeksi jangka menengah dalam RPJMD 2030 sebesar 5,30 persen.

Capaian ini mengejutkan banyak pihak, mengingat pemerintah daerah tengah menjalankan kebijakan efisiensi anggaran dan harus menutupi cicilan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai miliaran rupiah setiap bulan.

Baca Juga:  Marten Taha Ingatkan ASN Harus Netral Menjelang Pemilu 2024

Namun, di tengah tekanan fiskal tersebut, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dinilai berhasil menggerakkan ekonomi lokal melalui berbagai kebijakan proaktif. Salah satunya adalah dengan mendorong aktivitas pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di kawasan strategis seperti Jalan Nani Wartabone dan Jalan Madura.

Menurut Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Kota Gorontalo, Meydi N. Silangen, sektor tersier menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi pada periode ini.

Baca Juga:  Pemkot Gorontalo Galang Dana Bantuan Bencana Sumatera, Totalnya Sudah Capai Rp400 juta

“Pertumbuhan ini terutama ditopang sektor perdagangan, hotel, restoran, dan jasa. Sektor tersier bergerak aktif kembali,” ujar Meydi, Sabtu, 13 September 2025.

Selain peran sektor jasa, Meydi yang akrab disapa Novi itu menambahkan, penerapan efisiensi anggaran juga turut mendongkrak produktivitas. Fokus belanja daerah yang lebih terarah ke program prioritas dinilai berdampak langsung pada peningkatan kinerja ekonomi.

Baca Juga:  Jika Disetujui, Kawasan Lekobalo Kota Gorontalo Bakal Ditata Kembali

Ia optimistis tren pertumbuhan ini akan terus berlanjut, terutama jika geliat UMKM di kawasan Nani Wartabone dan Madura tetap dijaga. “Kalau aktivitas ekonomi masyarakat tetap tinggi seperti sekarang, bukan tidak mungkin angka ini bisa terus naik ke depan,” ujarnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel