Kota Gorontalo

Silaturahmi Berubah Jadi “Kelas Publik”: Cara Adhan Dambea Dekatkan Warga dengan Lembaga Negara

×

Silaturahmi Berubah Jadi “Kelas Publik”: Cara Adhan Dambea Dekatkan Warga dengan Lembaga Negara

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat menghadiri Agenda silaturahmi bersama warga di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Jumat malam, 10 April 2026. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat menghadiri Agenda silaturahmi bersama warga di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Jumat malam, 10 April 2026. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Agenda silaturahmi yang digelar Pemerintah Kota Gorontalo tak sekadar menjadi ajang temu warga. Di tangan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, kegiatan itu disulap menjadi ruang edukasi publik lintas lembaga.

Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Jumat malam, 10 April 2026, menghadirkan sejumlah instansi vertikal dan perbankan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Scroll untuk baca berita

Mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), BPJS Kesehatan, Badan Narkotika Nasional, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, hingga Bank Tabungan Negara Cabang Gorontalo, diberi ruang untuk memaparkan program kerja mereka secara langsung kepada warga.

Baca Juga:  Wawali Indra Gobel Dampingi Penyaluran 2.000 Paket Belajar di Gorontalo

Langkah ini menuai apresiasi dari berbagai pihak. Kepala Bea Cukai, Ade Zirwan, mengaku terbantu dengan format kegiatan yang memberi ruang komunikasi terbuka.

“Terima kasih Pak Wali, kami sudah diberikan kesempatan untuk menjelaskan tugas kami dari Bea Cukai,” ujarnya.

Baca Juga:  Ujian Mengaji di Balik Pelantikan PPPK: Cara Adhan Dambea Menyemai Integritas ASN

Apresiasi serupa disampaikan Kepala BPS Kota Gorontalo, Sri Dewi Monoarfa. Ia menilai, pendekatan langsung kepada masyarakat seperti ini efektif meningkatkan pemahaman publik terhadap peran lembaga pemerintah.

Menurut Sri Dewi, keterlibatan berbagai instansi dalam satu forum mempercepat penyebaran informasi sekaligus memperkuat literasi masyarakat.

Sementara itu, Adhan menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam membuka akses informasi seluas-luasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Gorontalo Ultimatum Badut Jalanan, Satu Pekan Bersih atau Ditindak

“Ini menjadi kewajiban kami untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya terkait peran dan tugas instansi pemerintah,” kata Adhan.

Di tengah tantangan rendahnya literasi publik terhadap fungsi lembaga negara, pendekatan jemput bola seperti ini menjadi strategi yang tak hanya komunikatif, tetapi juga relevan—mendekatkan negara ke warga, bukan sebaliknya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel