Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo akan menghadirkan suasana berbeda pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 yang jatuh pada Senin, 13 Juli 2026.
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo untuk mengantar langsung anak-anak mereka ke sekolah.
Pada saat yang sama, para orang tua peserta didik baru juga akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Khusus Orang Tua yang dilaksanakan serentak di seluruh satuan pendidikan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Gorontalo dalam memperkuat keterlibatan keluarga dalam dunia pendidikan sekaligus membangun kemitraan yang lebih erat antara sekolah dan orang tua.
Menurut Adhan, pendidikan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta masa depan anak.
“Saya tidak hanya ingin sekolah menghasilkan anak-anak yang pintar. Saya ingin sekolah melahirkan anak-anak yang berakhlak, disiplin, menghormati orang tua dan guru, mencintai daerahnya, serta siap menghadapi masa depan. Karena itu sekolah tidak boleh berjalan sendiri. Orang tua harus menjadi mitra utama pendidikan,” ujar Adhan.
Ia menilai hari pertama sekolah bukan sekadar awal dimulainya proses belajar mengajar. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi titik awal perjalanan pendidikan seorang anak sekaligus kesempatan bagi orang tua menunjukkan dukungan secara langsung.
Karena itu, Wali Kota Adhan mengajak seluruh ASN memberikan teladan dengan meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk.
Menurutnya, kehadiran orang tua dalam momen tersebut akan menjadi pengalaman berharga yang dapat dikenang anak hingga dewasa.
Selain mengantar anak ke sekolah, orang tua peserta didik baru juga diwajibkan mengikuti MPLS Khusus Orang Tua. Program ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, orang tua akan diperkenalkan dengan budaya sekolah, arah kebijakan pendidikan Kota Gorontalo melalui Program Make Up School, pentingnya pendidikan karakter, pembatasan penggunaan gawai, penguatan budaya lokal, hingga strategi membangun komunikasi positif dengan anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo Husin Ali mengatakan, pelaksanaan MPLS Khusus Orang Tua berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh keterlibatan keluarga.
“Tidak ada sekolah yang hebat tanpa keluarga yang terlibat. Kami ingin sekolah dan rumah berjalan seiring, saling mendukung, dan bersama-sama membentuk generasi yang berkualitas,” kata Husin.
Ia menjelaskan, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui lingkungan keluarga dan interaksi sehari-hari antara orang tua dengan anak.
Pemerintah Kota Gorontalo berharap gerakan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga sejak awal anak memasuki dunia pendidikan.
Kebijakan ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh anak di Kota Gorontalo memperoleh akses pendidikan yang layak serta tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter dan prestasi.
Melalui gerakan hari pertama sekolah ini, Pemerintah Kota Gorontalo ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan kerja bersama antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat demi masa depan generasi penerus daerah.












