Kab. Gorontalo

Khatam Raya di Tibawa, Tonny Junus: Ini Baru Awal Menjalani Hidup Qurani

×

Khatam Raya di Tibawa, Tonny Junus: Ini Baru Awal Menjalani Hidup Qurani

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, menghadiri Khatam Raya Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Majelis Taklim se-Kecamatan Tibawa. (Foto: Humas Pemkab Gorontalo)
Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, menghadiri Khatam Raya Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Majelis Taklim se-Kecamatan Tibawa. (Foto: Humas Pemkab Gorontalo)

Hibata.id – Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, menghadiri Khatam Raya Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Majelis Taklim se-Kecamatan Tibawa yang digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Tibawa, Kamis, 16 Oktober 2025.

Acara berlangsung khidmat, dihadiri jajaran Kemenag Kabupaten Gorontalo, unsur TNI/Polri, para kepala desa, serta Plt. Kabag Kesra Rion Reynaldi.

Baca Juga:  Kabar Baik ASN Kabupaten Gorontalo, Gaji ke-13 Dipastikan Segera Cair

Dalam sambutannya, Tonny yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Gorontalo, menyebut khatam Al-Qur’an bukanlah garis akhir, melainkan permulaan dari perjalanan spiritual yang sesungguhnya.

“Khatam bukan akhir, tapi awal dari pengamalan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan,” ujar Tonny di hadapan para santri dan undangan.

Ia menekankan pentingnya kegiatan keagamaan seperti ini dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh di tengah tantangan zaman. Ia juga mendorong para santri untuk terus mendalami, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an, bukan sekadar membacanya.

Baca Juga:  Juara Bertahan, Kabupaten Gorontalo Raih Opini WTP ke-16 Berturut-turut

“Sebagai Ketua LPTQ, saya berharap proses belajar tidak berhenti di sini. Terus dalami dan amalkan. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” tambahnya.

Baca Juga:  Peran Saka Nasional Dongkrak Ekonomi Lokal Gorontalo, Ratusan UMKM Raup Keuntungan

Tonny juga berharap para santri kelak menjadi agen kebaikan di masyarakat—membawa pesan damai, toleransi, dan keteladanan moral.

Kegiatan ditutup dengan lantunan ayat-ayat suci dan doa bersama. Suasana haru menyelimuti ruangan saat para santri menuntaskan bacaan terakhir mereka—sebuah momen yang disambut dengan rasa syukur oleh para guru dan orang tua yang hadir.