Hibata.id – Kenaikan harga tiket pesawat tak menyurutkan semangat petani dan nelayan asal Provinsi Jambi untuk menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Demi tetap bisa ambil bagian dalam ajang nasional tersebut, mereka memilih menempuh perjalanan ribuan kilometer melalui jalur darat dan laut.
Keputusan itu diambil setelah tarif penerbangan rute Jambi-Gorontalo melonjak tajam menjelang pelaksanaan PENAS. Harga tiket yang biasanya berada di kisaran Rp2,8 juta kini menembus lebih dari Rp5 juta per orang.
“Biasanya tiket pesawat Jambi-Gorontalo sekitar Rp2,8 juta, sekarang sudah di atas Rp5 juta. Karena itu kami sepakat menggunakan transportasi darat dan laut agar tetap bisa berangkat mengikuti PENAS,” ujar salah satu perwakilan kontingen Jambi.
Perjalanan panjang itu dimulai dari Kota Jambi menuju Surabaya. Dari Kota Pahlawan, para peserta akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Perak menuju Makassar.
Setibanya di Makassar, rombongan kembali melanjutkan perjalanan darat menggunakan bus menuju Gorontalo. Rute tersebut membutuhkan waktu tempuh yang jauh lebih panjang dibandingkan penerbangan langsung, namun dianggap sebagai pilihan paling realistis di tengah tingginya biaya perjalanan.
Meski telah menyusun rencana utama, kontingen Jambi juga menyiapkan skenario cadangan untuk mengantisipasi perubahan jadwal kapal maupun kendala teknis selama perjalanan.
“Kalau jadwal kapal atau perjalanan darat tidak memungkinkan, kami akan terbang ke Manado lalu melanjutkan perjalanan darat ke Gorontalo yang memakan waktu sekitar delapan jam,” katanya.
Perjuangan kontingen Jambi menjadi gambaran besarnya antusiasme peserta dari berbagai daerah untuk hadir dalam PENAS XVII. Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang bertukar pengalaman, pengetahuan, dan inovasi antarpetani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
Semangat itu mendapat apresiasi dari Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Menurut dia, kesediaan peserta menempuh perjalanan panjang menunjukkan bahwa PENAS memiliki arti penting bagi pengembangan sektor pertanian dan perikanan nasional.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan tekad para peserta dari Provinsi Jambi yang rela menempuh perjalanan panjang demi hadir di Gorontalo. Ini menunjukkan bahwa PENAS memiliki makna besar bagi para petani dan nelayan Indonesia,” ujar Gusnar.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama panitia penyelenggara berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah. Karena itu kami berkomitmen menyambut seluruh peserta dengan pelayanan yang baik agar mereka merasa nyaman selama berada di Gorontalo,” katanya.
PENAS Petani Nelayan XVII dijadwalkan berlangsung pada 20-25 Juni 2026 di Gorontalo dan akan diikuti ribuan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Ajang ini menjadi forum terbesar bagi petani dan nelayan untuk berbagi pengalaman, teknologi, serta inovasi guna memperkuat sektor pertanian dan perikanan nasional.













