Hibata.id, Gorontalo – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII mulai memberikan dampak signifikan terhadap sektor transportasi di Gorontalo.
Menjelang pembukaan kegiatan pada 20 Juni 2026, seluruh penerbangan menuju Gorontalo pada 18-19 Juni dilaporkan hampir penuh, sementara pemerintah pusat turut menyesuaikan jadwal kapal laut untuk mengakomodasi ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Kementerian Perhubungan merespons tingginya mobilitas peserta dengan menambah enam penerbangan ekstra serta mengubah jadwal keberangkatan kapal Tol Laut agar peserta dapat kembali ke daerah asal usai kegiatan berakhir.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, mengatakan permintaan tiket pesawat menuju Gorontalo meningkat tajam beberapa hari menjelang pembukaan PENAS XVII.
“Penerbangan ke Gorontalo tanggal 18 dan 19 Juni sudah penuh. Bapak Gubernur bermohon ke Kementerian Perhubungan agar ada tambahan penerbangan dan alhamdulillah disetujui. Ada enam extra flight yang disiapkan oleh Garuda Indonesia, Batik Air, dan Lion Air,” kata Sagita.
Enam penerbangan tambahan tersebut akan memperkuat konektivitas menuju Gorontalo dengan rincian tiga penerbangan melayani rute Jakarta-Gorontalo dan tiga lainnya melayani rute Makassar-Gorontalo.
Penambahan armada udara itu menjadi langkah strategis mengingat PENAS XVII diperkirakan akan menghadirkan ribuan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, hingga pejabat dari berbagai provinsi di Indonesia.
Tak hanya jalur udara, lonjakan peserta juga terjadi pada moda transportasi laut. Sejumlah kontingen dari wilayah Kalimantan memilih menggunakan kapal laut untuk menuju Gorontalo.
Salah satu kontingen yang telah memastikan kedatangannya berasal dari Kalimantan Utara. Sebanyak 85 peserta dijadwalkan tiba di Gorontalo pada 19 Juni menggunakan kapal Tol Laut Sabuk Nusantara 97.
Menurut Sagita, tantangan justru muncul pada jadwal kepulangan peserta setelah kegiatan berakhir. Berdasarkan jadwal awal, tidak tersedia kapal yang berangkat dari Gorontalo pada 26 Juni 2026, sehari setelah penutupan PENAS.
Namun kondisi tersebut akhirnya mendapat solusi setelah Kementerian Perhubungan menyetujui perubahan jadwal pelayaran.
“Dari Kalimantan Utara rencananya tiba di Gorontalo pada 19 Juni 2026 menggunakan Sabuk Nusantara 97. Saat kepulangan sebenarnya tidak ada jadwal kapal yang berangkat pada 26 Juni. Namun atas bantuan Kementerian Perhubungan, jadwal Sabuk Nusantara 116 yang semula berangkat pada 23 Juni diundur menjadi 26 Juni untuk mengakomodasi peserta PENAS,” ujarnya.
Penyesuaian jadwal tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah pusat dalam menyukseskan salah satu agenda nasional terbesar sektor pertanian dan perikanan yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Gorontalo.
Sementara itu, Bandara Djalaluddin Gorontalo juga telah menyiapkan berbagai skenario pelayanan untuk menghadapi lonjakan arus kedatangan dan kepulangan peserta.
Pihak bandara bahkan menyatakan kesiapan untuk mengoperasikan layanan selama 24 jam apabila diperlukan guna menjaga kelancaran pergerakan penumpang selama penyelenggaraan PENAS XVII.
Selain peserta umum, bandara juga bersiap menyambut tamu undangan tingkat nasional dan pejabat negara yang dijadwalkan hadir pada kegiatan tersebut.
Panitia menyiapkan fasilitas khusus di area bandara lama untuk tamu VVIP, termasuk Presiden atau Wakil Presiden apabila menghadiri acara. Sementara para gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah akan dilayani melalui ruang tunggu VIP di lantai dua Bandara Djalaluddin.
Adapun peserta dan tamu lainnya tetap menggunakan terminal reguler yang telah disiapkan untuk melayani peningkatan volume penumpang selama pelaksanaan kegiatan.
Dengan tambahan penerbangan, penyesuaian jadwal kapal laut, serta kesiapan operasional bandara, Gorontalo kini bersiap menjadi pusat pertemuan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia dalam ajang PENAS XVII yang akan berlangsung pada 20-25 Juni 2026.












