Hibata.id, Gorontalo – Misteri kecelakaan sebuah speedboat yang membawa 13 orang di Perairan Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, akhirnya terungkap.
Tim pencarian dan pertolongan menemukan seluruh penumpang dalam kondisi selamat setelah mereka bertahan di laut menggunakan rakit.
Namun, di balik keberhasilan evakuasi itu, masih tersisa satu tanda tanya besar, yaitu keberadaan nahkoda yang hingga kini belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, mengatakan hasil informasi yang dihimpun dari tim di lapangan menunjukkan cuaca buruk menjadi penyebab utama insiden tersebut.
Gelombang dan kondisi laut yang tidak bersahabat diduga membuat badan speedboat patah saat berada di tengah perairan Teluk Tomini.
“Informasi yang kami terima menyebutkan kapal mengalami patah akibat cuaca buruk. Para penumpang kemudian berusaha menyelamatkan diri menggunakan rakit yang berada di sekitar lokasi,” kata Heriyanto di Gorontalo, Sabtu.
Momen penyelamatan berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Saat tim SAR melakukan evakuasi sekitar pukul 21.00 Wita, kabut tebal membatasi jarak pandang.
Dalam situasi itu, nahkoda diduga masih bertahan di sekitar bangkai kapal sehingga terpisah dari para penumpang yang lebih dahulu berhasil menyelamatkan diri.
Basarnas Gorontalo langsung mengerahkan satu unit speedboat menuju titik terakhir kapal dilaporkan hilang kontak.
Operasi pencarian diperkuat oleh Kantor SAR Palu, Pos SAR Marisa, Polairud, TNI AL, pihak resort, dan unsur SAR gabungan lainnya yang menyisir sejumlah titik di Teluk Tomini.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sebanyak 11 wisatawan warga negara asing (WNA) dan seorang awak kapal bernama Arif berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Seluruh wisatawan kini telah dievakuasi ke salah satu resort di Kabupaten Tojo Una-Una untuk menjalani pemulihan setelah berjam-jam berada di laut.
“Alhamdulillah seluruh penumpang berhasil ditemukan selamat. Saat ini kami masih fokus mencari satu korban yang belum ditemukan, yakni nahkoda Ferdiansyah,” ujar Heriyanto.
Perjalanan speedboat itu bermula dari Sanctum Una-Una Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada Jumat (24/7) sekitar pukul 07.30 Wita. Kapal diperkirakan tiba sekitar pukul 11.00 Wita.
Namun, hingga sore hari speedboat tidak kunjung tiba di tujuan sehingga pihak resort melaporkan hilangnya kontak kapal kepada Basarnas Gorontalo.
Laporan tersebut langsung direspons dengan operasi pencarian berskala gabungan.
Tim SAR menyisir perairan Teluk Tomini hingga akhirnya menemukan para penumpang dalam kondisi selamat. Keberhasilan evakuasi itu menjadi kabar melegakan, meski operasi belum berakhir karena satu korban masih belum ditemukan.












