Scroll untuk baca berita
Kabar

Lapas Gorontalo Wisuda 145 Santri Warga Binaan, Wujud Pembinaan Keagamaan

×

Lapas Gorontalo Wisuda 145 Santri Warga Binaan, Wujud Pembinaan Keagamaan

Sebarkan artikel ini
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo menggelar Wisuda Santri 2025 bagi 145 warga binaan pemasyarakatan yang telah menyelesaikan program/Hibata.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo menggelar Wisuda Santri 2025 bagi 145 warga binaan pemasyarakatan yang telah menyelesaikan program/Hibata.id

Hibata.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo menggelar Wisuda Santri 2025 bagi 145 warga binaan pemasyarakatan yang telah menyelesaikan program pembinaan keagamaan.

Kegiatan berlangsung pada Rabu (12/11) dan diikuti oleh 117 narapidana serta 37 tahanan.

Kegiatan ini menjadi puncak dari pembinaan spiritual yang rutin dilaksanakan Lapas Gorontalo sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang beriman, berakhlak, dan siap kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sulistyo Wibowo, menyampaikan apresiasi atas semangat para warga binaan dalam mengikuti pembinaan keagamaan.

Ia menegaskan, wisuda santri bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses transformasi mental dan moral di dalam lembaga pemasyarakatan.

Baca Juga:  The Gorontalo Institute Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Gorontalo Youth Summit 2025

“Wisuda santri ini menjadi momentum penting dalam perjalanan spiritual warga binaan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal setelah bebas nanti, agar mereka mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sulistyo di Gorontalo.

Menurut dia, pembinaan di Lapas Gorontalo dilaksanakan secara menyeluruh dengan menyeimbangkan aspek mental, spiritual, dan kemandirian, sehingga proses rehabilitasi berjalan optimal.

“Kami tidak hanya fokus pada pelatihan keterampilan kerja, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan. Perubahan perilaku yang sejati berawal dari perubahan hati dan pola pikir,” tambahnya.

Baca Juga:  Diduga Tercemar, Petani Sawah Pohuwato Desak Penelitian Air Irigasi dari Hulu

Sulistyo juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Agama, pondok pesantren mitra, serta para ustaz pembimbing yang aktif mendampingi para santri di dalam lapas.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah bersinergi dalam pelaksanaan program ini. Sinergi ini penting agar pembinaan warga binaan terus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Kalapas berpesan kepada 145 santri agar terus mengamalkan ilmu agama yang telah diperoleh dan menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan setelah bebas.

Baca Juga:  Angka Kemiskinan Gorontalo, Terendah dalam 24 Tahun

“Jadikan pengalaman selama di lapas sebagai pelajaran berharga untuk membuka lembaran baru yang lebih baik,” pesan Sulistyo.

Salah satu peserta wisuda, Alfian Arisandi Sidiki, menyampaikan rasa syukur dan haru karena dapat menyelesaikan program pembinaan keagamaan hingga dinyatakan lulus sebagai santri.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam program ini. Banyak pelajaran yang saya dapat, terutama tentang kesabaran dan cara memperbaiki diri. Saya bertekad menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujar Alfian.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel