Hibata.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo hingga kini belum menentukan sikap terkait pergantian mendadak kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Peralihan dari Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) ke Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa memunculkan dua poros dukungan yang kini terlihat jelas.
Ketua PWNU Gorontalo, Ibrahim Sore, mengaku baru menerima kabar pemakzulan Gus Yahya dan penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU pada Rabu (10/12/2025) pagi.
Informasi yang datang begitu cepat membuat PWNU Gorontalo menahan keputusan hingga pembahasan internal selesai.
“Saya sendiri baru mengetahui perkembangan ini pagi ini. Kami belum bisa langsung menilai, apalagi menentukan keberpihakan,” ujar Ibrahim.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa PWNU Gorontalo tetap berada di posisi tengah dan belum menunjukkan kecenderungan dukungan ke salah satu kubu.
PWNU Gorontalo menekankan, sikap resmi akan ditetapkan setelah melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Ibrahim memastikan setiap langkah akan dijalankan berdasarkan keputusan internal, bukan tekanan politik atau opini publik.
Di tingkat pusat, perdebatan mengenai sah atau tidaknya rapat pleno Syuriyah yang menetapkan Pj Ketum PBNU terus memanas. Pendukung Gus Yahya menilai rapat tidak kuorum, sementara pihak yang mendukung Zulfa Mustofa menyatakan keputusan sah dan harus dijalankan.
Kondisi ini membuat NU di tingkat wilayah dan cabang berada dalam posisi penuh pertimbangan. Banyak daerah masih menunggu perkembangan lanjutan sebelum menentukan sikap.
Gorontalo menjadi salah satu wilayah yang memilih bersikap hati-hati, mempelajari dinamika nasional, dan menahan keputusan agar tidak salah langkah.
Dengan dua poros besar yang kini berhadapan, pilihan PWNU Gorontalo akan menjadi indikator arah dukungan wilayah terhadap kepemimpinan PBNU. Saat ini, Gorontalo tetap mengamati perkembangan dengan cermat sebelum menentukan posisi final.













