Scroll untuk baca berita
Kesehatan

Virus Nipah Muncul di India, Epidemiolog Nilai Potensi Pandemi Kecil

×

Virus Nipah Muncul di India, Epidemiolog Nilai Potensi Pandemi Kecil

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - Virus Nipah Muncul di India/Hibata.id
Ilustrasi - Virus Nipah Muncul di India/Hibata.id

Hibata.id – Otoritas kesehatan India melaporkan lima orang di negara bagian Benggala Barat terinfeksi virus Nipah. Sebagai langkah pencegahan, lebih dari 100 orang yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien kini menjalani isolasi.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan. Meski jumlah kontak erat cukup besar, pakar menilai situasi ini belum mengarah pada ancaman pandemi global.

Epidemiolog dan pakar kesehatan masyarakat Dicky Budiman menegaskan bahwa secara global, virus Nipah memiliki risiko pandemi yang jauh lebih rendah dibandingkan penyakit saluran pernapasan.

“Secara global, potensi virus nipah menjadi pandemi itu tetap rendah dibandingkan penyakit saluran pernapasan seperti SARS-CoV-2,” kata Dicky.

Mengapa Virus Nipah Sulit Menyebar Luas

Menurut Dicky, karakter penularan virus Nipah menjadi faktor utama yang membuat penyebarannya terbatas. Virus ini tidak menyebar bebas melalui udara seperti COVID-19.

Baca Juga:  Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Wasir: Penyakit yang Tak Boleh Diabaikan

“Transmisi atau penularan virus Nipah antar manusia ini masih sangat rendah, jadi harus kontak dekat baru tertular,” kata Dicky.

Penularan antarmanusia membutuhkan kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti droplet pernapasan, urine, atau darah. Kondisi ini membuat penyebaran virus cenderung lambat dan terkendali.

Secara epidemiologi, wabah virus Nipah juga lebih sering muncul dalam lingkup terbatas.

“Jadi saya melihat ya potensi pandeminya rendah sekali ya.”

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang tergolong sebagai penyakit infeksi baru atau emerging disease. Penyakit ini disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar buah (fruit bat). Virus ini dapat berpindah dari hewan ke manusia, lalu dalam kondisi tertentu menular antarmanusia.

Baca Juga:  Resolusi Tahun 2025, Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Sehat

Wabah virus Nipah pertama kali terdeteksi pada 1998–1999 di Malaysia. Saat itu, virus menyerang peternak babi di wilayah Sungai Nipah dan menyebar hingga Singapura. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, wabah tersebut mencatat 276 kasus terkonfirmasi dengan 106 kematian.

Bagaimana Virus Nipah Menular

Penularan virus Nipah dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung. Selain itu, makanan atau lingkungan yang terkontaminasi urine dan air liur kelelawar juga berisiko menjadi sumber penularan.

“Kotoran atau air liur mencemari atau mengontaminasi buah atau kelapa sawit, atau kontak dengan hewan dengan babi,” kata epidemiolog Dicky Budiman dalam pesan suara yang diterima Health Liputan6.com.

Baca Juga:  Manfaat Buah Naga Menurut Penelitian Secara Medis

Virus Nipah juga bisa menular antarmanusia, terutama saat terjadi kontak erat dengan cairan tubuh pasien, baik dalam perawatan medis maupun di lingkungan keluarga.

“Kontak erat cairan tubuh terutama pada saat perawatan pasien atau keluarganya ya kontak erat juga,” kata Dicky.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala infeksi virus Nipah dapat berbeda-beda pada setiap orang. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam dan sakit kepala, dengan keluhan yang menyerupai flu.

Jika penyakit berkembang, pasien dapat mengalami gangguan pernapasan seperti pneumonia dan radang paru. Dalam kondisi lebih berat, infeksi dapat menyerang sistem saraf.

Gangguan neurologis seperti radang otak atau ensefalitis dapat menyebabkan kebingungan, kejang, hingga koma.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel