Hibata.id, Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mendorong penguatan kelas menengah sebagai salah satu fokus pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga harus membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup.
Gagasan itu disampaikan Ridwan dalam pandangannya bertajuk “Memperbesar Kelas Menengah, Jalan Baru Gorontalo”. Ia menilai, melemahnya kelas menengah secara nasional perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menurut Ridwan, kelas menengah berperan penting dalam menggerakkan ekonomi melalui konsumsi rumah tangga, pendidikan, dan kegiatan usaha.
Namun, kenaikan harga kebutuhan pokok dan pendapatan yang tidak stabil dapat membuat kelompok ini rentan secara ekonomi.
Di Gorontalo, kelas menengah berasal dari berbagai kelompok profesi, mulai dari ASN, guru, tenaga kesehatan, pedagang, petani produktif, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ridwan menilai pemerintah perlu memastikan masyarakat yang telah keluar dari kemiskinan tidak kembali terpuruk akibat tekanan ekonomi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memperkuat pendapatan, membuka lapangan kerja, dan memperluas akses pendidikan.
Empat Strategi
Ridwan menawarkan empat strategi untuk memperkuat kelas menengah di Gorontalo.
Pertama, mempercepat hilirisasi komoditas lokal. Potensi jagung, kelapa, kakao, perikanan, dan peternakan perlu dikembangkan melalui pengolahan di daerah. Langkah ini dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka lapangan kerja.
Kedua, mendorong UMKM naik kelas. Pelaku usaha membutuhkan dukungan modal, pemasaran digital, pendampingan manajemen, dan akses pasar agar dapat berkembang serta menciptakan lapangan kerja.
Ketiga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan, keterampilan vokasi, dan literasi digital perlu diperkuat agar masyarakat memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Keempat, menjaga daya beli masyarakat. Pengendalian harga pangan, kelancaran distribusi, stabilitas pasokan, dan perlindungan sosial diperlukan agar kenaikan harga tidak semakin membebani rumah tangga.
Pembangunan Berdampak
Ridwan menegaskan, kemajuan Gorontalo tidak cukup diukur dari besarnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, pembangunan perlu memberikan manfaat nyata melalui peningkatan pendapatan, kesempatan kerja, akses pendidikan, dan kemandirian ekonomi keluarga.
Karena itu, hilirisasi komoditas, penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan perlindungan daya beli perlu berjalan beriringan agar semakin banyak masyarakat Gorontalo dapat meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.












