Hibata.id, Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, mendapat bantuan revitalisasi untuk 66 satuan pendidikan dari pemerintah pusat pada 2026 guna meningkatkan kelayakan sarana dan prasarana sekolah serta mendukung kualitas pembelajaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Buteng, Dr. La Ode Amaluddin, mengatakan program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut.
Menurut dia, revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga pada penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran,” ujar Amaluddin, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, ketersediaan ruang belajar dan fasilitas pendukung yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.
“Kami berharap revitalisasi ini dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman, aman, dan mendukung proses belajar mengajar,” katanya.
Selain revitalisasi, pemerintah pusat juga mendorong digitalisasi pembelajaran melalui bantuan Papan Interaktif Digital (PID).
Perangkat tersebut diharapkan membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif sekaligus mendorong keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Amaluddin berharap pemanfaatan PID dapat memperluas akses terhadap sumber belajar dan membantu sekolah menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi.
Namun, ia mengakui keterbatasan jaringan internet masih menjadi kendala bagi sejumlah sekolah di Buteng, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Beberapa desa yang masih menghadapi keterbatasan akses internet meliputi Dahiango, Polindu, Air Bajo, Wulu, dan Kokoe di Kecamatan Talaga Raya.
Menurut Amaluddin, penyediaan perangkat digital perlu diimbangi dengan dukungan infrastruktur jaringan agar sekolah dapat memanfaatkan teknologi pembelajaran secara optimal.
Meski menghadapi kendala tersebut, Disdikbud Buteng tetap berkomitmen mendukung program pemerintah pusat melalui koordinasi antarpemerintah dan penguatan pemanfaatan fasilitas pendidikan.
Pihaknya juga mendorong setiap sekolah menggunakan serta merawat fasilitas yang telah diberikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Tentu pemerintah daerah mendukung program ini dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta mendorong sekolah agar memanfaatkan dan merawat fasilitas yang diberikan oleh pusat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran tidak hanya bergantung pada bantuan yang tersedia, tetapi juga pada pemanfaatan fasilitas secara berkelanjutan oleh sekolah.
“Bersama-sama kita wujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” tambahnya.
Bantuan revitalisasi bagi 66 satuan pendidikan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di Buton Tengah, termasuk bagi sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.












