Scroll untuk baca berita
Berita

Kematian Napi Dinilai Tak Wajar, Aktivis Minta Kalapas Gorontalo Dicopot

×

Kematian Napi Dinilai Tak Wajar, Aktivis Minta Kalapas Gorontalo Dicopot

Sebarkan artikel ini
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo. Foto: Ist/Hibata.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo. Foto: Ist/Hibata.id

Akan tetapi pihaknya membantah jika saat bunuh diri, korban tidak menggunakan tali jemuran. Melainkan menggunakan sarung yang digulung layaknya seperti tali.

Baca Juga: Profil Supratman Andi, Pengganti Yasonna Laoly sebagai Menkumham

“Iya ada, kalau penyebab utama (bunuh diri) kami tidak begitu tau ya. Namun dari gejala kemungkinan orang ini stres dengan penyakit,” kata Kasdim.

“Perlu diluruskan, sesungguhnya dia tidak menggunakan tali jemuran. Dia menggunakan sarung yang tidak utuh dari keluarganya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Link Live Streaming Pertandingan Bahrain vs Indonesia

Menurutnya, bahwa sarung diperbolehkan masuk ke dalam lapas. Sebab, kebanyakan sarung digunakan warga binaan untuk melaksanakan kegiatan ibadah.

Sementara, lokasi sel tempat Yanto, berada di lokasi isolasi bagi warga binaan yang mengidap penyakit. Petugas pun hanya sekali-kali melakukan pemeriksaan.

“Kondisi lingkungan isolasi, takutnya penyakit yang bersangkutan menular,” ujarnya.

Kasdim mengaku, Diketahui aksi Yanto itu berawal ketika itu dirinya memasuki toilet dengan alasan buang air besar. Saat ada petugas yang melakukan pengecekan, Yanto yang dipanggil tak kunjung menyahut dari dalam toilet.

Baca Juga:  Polda Gorontalo Tegaskan Disiplin Berlalu Lintas Lewat Operasi Keselamatan 2025

Oleh petugas, berinisiatif membuka secara paksa (dobrak) pintu toilet. Ditakutkan, terjadi apa-apa dengan warga binaan tersebut.

Setelah dibuka secara paksa, Yanto ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas sarung. Saat itu petugas langsung bergegas memberikan pertolongan dengan langsung membawanya ke rumah sakit.

Baca Juga:  Hadiri HUT ke-74 Polairud, Kapolda Gorontalo Tekankan Stabilitas Kamtibmas

“Saat dievakuasi, warga binaan itu masih belum meninggal. Kami berusaha memberikan pertolongan, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan,” ia menandaskan.

Jasad Yanto sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Menurut pihak lapas semua keluarga sudah menerima peristiwa yang terjadi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel