Hibata.id – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, melontarkan sejumlah pernyataan tegas saat bersilaturahmi dengan warga Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Jumat, 11 April 2026.
Kegiatan yang digelar di Lapangan Bola Voli Ololalo itu tak hanya menjadi ajang temu warga, tetapi juga panggung penegasan kebijakan sosial yang cukup keras.
Di hadapan masyarakat, Adhan menyoroti penggunaan telepon genggam di kalangan anak-anak. Ia menilai, penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi memicu berbagai persoalan serius, termasuk meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap anak.
Ia pun meminta orang tua mengambil langkah tegas, bahkan jika harus berhadapan dengan penolakan dari anak.
“Jangan ragu memisahkan anak dari HP, meskipun mereka menangis. Itu jauh lebih baik daripada kita melihat masa depan mereka hancur,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Adhan juga menyinggung persoalan minuman keras yang dinilai menjadi sumber berbagai masalah sosial. Ia mengeluarkan peringatan keras: keluarga dengan anggota yang kerap mabuk tidak akan menerima bantuan pemerintah, meskipun masuk kategori kurang mampu.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga citra Gorontalo sebagai “Serambi Madinah”, sekaligus menekan dampak sosial akibat konsumsi miras.
Di sisi lain, Adhan mengingatkan warga untuk tetap berkontribusi dalam pembangunan daerah, salah satunya melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi sampah. Ia juga meminta peran aktif keluarga, terutama para istri, untuk mengawasi anggota keluarga agar tidak mengonsumsi rokok ilegal.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengungkapkan rencana pembaruan data penerima bantuan sosial oleh Badan Pusat Statistik pada Mei mendatang. Warga yang ekonominya telah membaik diminta secara sukarela melepas status penerima bantuan.
Pada sektor pelayanan publik, Adhan menginstruksikan aparat kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk memastikan tidak ada penumpukan sampah lebih dari 24 jam.
Sementara itu, bagi masyarakat nelayan di Leato Selatan, Adhan menjanjikan langkah lanjutan dengan berkonsultasi ke pemerintah pusat terkait pengoperasian program Kampung Nelayan Merah Putih.
Ia berharap, program tersebut dapat segera memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir.
Di tengah suasana silaturahmi, pesan yang disampaikan Adhan jelas: pembangunan tak hanya soal program, tetapi juga disiplin sosial—dan itu dimulai dari keluarga.













