Hibata.id – Dekan Fakultas Hukum Universitas Pohuwato (UNIPO), Irwan SH., MH, menegaskan bahwa pengembalian uang pendaftaran mahasiswa baru tahun 2025 yang juga berprofesi sebagai wartawan dilakukan atas perintah langsung rektor, bukan inisiatif pribadinya.
“Yang jelas, mau bicara real-nya, saya kalau bicara struktur, atasan saya itu rektor. Saya hanya menjalankan perintah atasan. Itu dikembalikan karena saya yang disuruh kasihkan uang itu. Sebenarnya miris juga, tapi saya bertanggung jawab sebagai bawahan. Tidak mungkin saya melawan atasan saya,” ujar Irwan, Jumat (27/8/2025).
Awal Mula Persoalan
Irwan bilang, masalah ini bermula ketika mahasiswa baru tersebut gencar memberitakan tunggakan gaji dosen yang mencapai lima bulan.
Meski isu itu telah dibahas di tingkat rektorat, mahasiswa yang bersangkutan tetap mempublikasikannya ke media.
“Awalnya saya juga baru tahu mahasiswa ini hukum, karena beritanya sempat dibahas. Dia meliput soal gaji, pembayaran yang menunggak lima bulan, itu sebenarnya sudah dibahas di rektorat,” jelasnya.
Pihak kampus, lanjut Irwan, telah menghubungi mahasiswa tersebut. Namun persoalan yang muncul tidak hanya terkait pemberitaan, melainkan juga statusnya sebagai mahasiswa baru.
“Dia ini baru mendaftar mahasiswa baru, itu pun baru sebagian dibayar Rp500 ribu. Tidak ada rasionalnya kalau pendidikan ini mau keluarkan mahasiswa hanya gara-gara pemberitaan. Jadi bukan di-DO, karena belum resmi jadi mahasiswa. Saya pun bingung kenapa malah disuruh kembalikan uang,” imbuhnya.
Tidak Punya Kewenangan Penuh
Irwan menegaskan, bahwa sebagai dekan, dirinya tidak memiliki kewenangan mutlak mengambil keputusan besar terkait pembatalan status mahasiswa ataupun pengembalian uang pendaftaran. Semua langkah yang ia lakukan merupakan bentuk kepatuhan terhadap instruksi rektor.
“Itu dikembalikan karena saya yang disuruh kasihkan uang itu. Sebenarnya miris juga sih, tapi saya bertanggung jawab sebagai bawahan, tidak mungkin saya melawan atasan saya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Hitler, mahasiswa baru yang juga wartawan, mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari pihak kampus. Ia menyebut uang pendaftaran yang sudah ia setorkan justru dikembalikan.
Menurutnya, alasan pengembalian uang itu lantaran dirinya sering memberitakan persoalan internal kampus.
“Padahal saya memberitakan bukan dalam konteks sebagai mahasiswa, tetapi menjalankan tugas jurnalistik untuk memberikan informasi kepada publik,” ujar Hitler.












