Scroll untuk baca berita
Kabar

Ekspor Daerah Menguat, Bea Cukai Gorontalo Catat Kinerja Positif

Avatar of Hibata.id✅
×

Ekspor Daerah Menguat, Bea Cukai Gorontalo Catat Kinerja Positif

Sebarkan artikel ini
Pelabuhan Gorontalo jadi pintu masuk Ekspor-impor/Hibata.id
Pelabuhan Gorontalo jadi pintu masuk Ekspor-impor/Hibata.id

Hibata.id – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Gorontalo mencatat kinerja positif sepanjang 2025.

Capaian tersebut terlihat dari penguatan kinerja organisasi, peningkatan layanan ekspor, efektivitas pengawasan, serta optimalisasi penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai.

Bea Cukai Gorontalo membukukan Nilai Kinerja Organisasi (NKO) sebesar 119,49 dari skala 120 dengan predikat Sangat Memuaskan.

Tingkat kepuasan pengguna jasa juga berada pada kategori tinggi dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 3,83 dari skala 4 atau Sangat Baik.

Selain itu, institusi tersebut konsisten menjaga integritas dengan mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sejak 2022.

Baca Juga:  PETI Dengilo Masih Mengganas di Tanah Komunal, Penertiban Tak Berpengaruh?

Pada sektor pelayanan ekspor, Bea Cukai Gorontalo mencatat pertumbuhan signifikan. Volume ekspor meningkat dari 263,49 ribu ton pada 2024 menjadi 351,49 ribu ton pada 2025. Nilai devisa ekspor juga naik dari 42,60 juta dolar AS menjadi 53,58 juta dolar AS.

Kenaikan tersebut menunjukkan peran aktif Bea Cukai Gorontalo dalam mendukung kelancaran arus barang, memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah, serta meningkatkan kontribusi ekspor Gorontalo terhadap perekonomian nasional.

Dari sisi pengawasan, jumlah penindakan meningkat dari 40 kasus pada 2024 menjadi 43 kasus pada 2025.

Baca Juga:  Mahasiswa Teknik Segel Ruang Rektor, Protes Kebijakan Pj Rektor UNIPO

Efektivitas pengawasan juga semakin optimal, tercermin dari jumlah barang hasil penindakan yang melonjak dari 284.700 batang menjadi 878.760 batang. Peningkatan ini menegaskan penerapan manajemen risiko yang semakin terarah.

Sementara itu, pendekatan penegakan hukum melalui mekanisme ultimum remedium memberikan hasil signifikan.

Penerimaan negara dari sanksi administrasi meningkat tajam dari Rp207 juta pada 2024 menjadi Rp2,04 miliar pada 2025, seiring dengan penyelesaian pelanggaran secara proporsional dan berkeadilan.

Kepala KPPBC TMP C Gorontalo Ade Zirwan mengatakan capaian kinerja tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pegawai serta dukungan pemangku kepentingan dan aparat penegak hukum di wilayah Gorontalo.

Baca Juga:  Antusias Generasi Muda Gorontalo Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris dan Magang PT AGIT

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Ke depan, Bea Cukai Gorontalo akan terus memperkuat dukungan terhadap ekspor nasional, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berdaya saing,” kata Ade.

Sejalan dengan agenda transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan, Bea Cukai Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengawasan, serta menjaga integritas organisasi secara berkelanjutan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel