Scroll untuk baca berita
Kabar

Gegara PETI Bulangita, Warga Pohuwato Kini “Panen Lumpur” Saat Hujan Deras

×

Gegara PETI Bulangita, Warga Pohuwato Kini “Panen Lumpur” Saat Hujan Deras

Sebarkan artikel ini
Tambang di Gunung Bulangita Kembali Beroperasi, Warga Teratai dan Palopo Panen Lumpur Akibat Pendangkalan Sungai/Hibata.id
Tambang di Gunung Bulangita Kembali Beroperasi, Warga Teratai dan Palopo Panen Lumpur Akibat Pendangkalan Sungai/Hibata.id

Hibata.id – Aktivitas tambang ilegal (PETI) di lereng Gunung Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, kembali berjalan.

Sejumlah alat berat terlihat beroperasi mengeruk material, sementara truk pengangkut lalu lalang melewati jalan desa.

Scroll untuk baca berita

Namun, warga di wilayah hilir justru merasakan dampaknya. Mereka melaporkan pendangkalan Sungai Bulangita yang memicu banjir lebih cepat saat hujan deras turun.

Warga Desa Teratai hingga Desa Palopo menyebut kondisi Sungai Bulangita kini semakin dangkal dan keruh. Setiap hujan turun beberapa jam saja, air sungai langsung meluap ke permukiman.

Baca Juga:  Bahaya Pakaian Cabo, Pria ini Terkena Penyakit Kulit Mengerikan

Lumpur cokelat masuk ke pekarangan rumah dan menutup saluran air. Warga harus membersihkan endapan lumpur hampir setiap kali hujan deras terjadi.

“Sekarang hujan beberapa jam saja sudah banjir. Dulu tidak seperti ini,” ujar seorang warga Teratai, Minggu (22/2/2026), yang meminta namanya tidak disebutkan.

Pendangkalan sungai diduga akibat sedimentasi dari wilayah hulu, termasuk aktivitas pertambangan di Gunung Bulangita.

Jalan Desa Rusak

Selain berdampak pada sungai, aktivitas tambang juga memengaruhi kondisi jalan penghubung Desa Teratai dan Bulangita. Aspal di beberapa titik terkelupas dan berlubang. Saat hujan, jalan menjadi licin dan berlumpur.

Baca Juga:  Hampir Setahun, Kepemimpinan Ilham–Surya Dinilai Belum Mampu Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Seorang pengendara motor mengaku khawatir melintas di jalur tersebut, terutama ketika cuaca buruk.

“Jalan rusak karena sering dilewati alat berat. Kalau hujan, tambah susah lewat,” katanya.

Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalan desa dan mengevaluasi aktivitas tambang agar tidak merugikan masyarakat sekitar.

Di sepanjang Sungai Bulangita terlihat tanggul setinggi sekitar empat meter. Warga menduga tanggul tersebut berasal dari kegiatan normalisasi sungai.

Namun, material tanggul dinilai belum dipadatkan secara maksimal. Warga khawatir tanggul tidak kuat menahan debit air saat hujan deras, sehingga berpotensi memperparah banjir di wilayah hilir.

Baca Juga:  Hasil Seleksi ASN PPPK 2024 Tahap II, Berikut Daftar Nama yang Lulus

Masyarakat Teratai dan Palopo berharap Pemerintah Kabupaten Pohuwato turun langsung melihat kondisi di lapangan. Mereka meminta pengawasan terhadap aktivitas tambang diperketat serta penanganan sungai dilakukan secara menyeluruh.

Aktivitas tambang di Gunung Bulangita kini menjadi perhatian warga karena berdampak pada pendangkalan Sungai Bulangita, banjir, dan kerusakan infrastruktur desa.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel