Hibata.id – Ketika Indogrosir Gorontalo mulai terasa berbeda. Belum terlalu siang, troli-troli besar sudah berlalu-lalang.
Troli itu penuh dengan dus tepung, minyak goreng, gula, hingga berbagai kebutuhan harian.
Ramainya pengunjung seolah jadi tanda tak tertulis, Ramadhan tinggal menghitung hari.
Sejak pagi hingga malam, pusat perbelanjaan itu dipadati warga.
Banyak yang datang bersama keluarga, sebagian lagi tampak serius memilih barang. Seperti sedang berlomba dengan waktu.
Tak butuh lama, antrean di kasir mulai mengular. Para pembeli pun harus bersabar. Bahkan rela berdiri cukup lama demi membawa pulang barang kebutuhan mereka.
Beberapa warga terlihat membeli dalam jumlah besar. Bukan hanya untuk stok di rumah, tetapi juga untuk dijual kembali.
Troli mereka penuh sesak, dari sembako hingga produk kebutuhan rumah tangga.
Di sudut lain, para pelaku usaha juga ikut berburu. Mereka mengincar bahan-bahan untuk membuat kue Lebaran, mulai dari tepung, mentega, hingga gula dalam kemasan besar.

“Saya beli bahan kue dari sekarang, takut nanti saat Ramadhan harganya naik,” kata Ruslin, salah satu pembeli.
Bagi pelaku usaha, belanja lebih awal dianggap langkah aman. Selain harga grosir yang lebih murah, banyak juga yang memanfaatkan diskon yang sering muncul menjelang akhir pekan.
“Kalau akhir pekan biasanya ada promo. Jadi sekalian restok barang,” ujar seorang pembeli lainnya.
Namun, tidak semua pengunjung siap menghadapi antrean panjang. Ada juga yang memilih mengurungkan niat belanja saat melihat kondisi kasir yang padat.
“Kami datang setelah Magrib, tapi antreannya sudah banyak. Jadi kami pulang dulu, nanti balik lagi biar tidak lama menunggu,” kata seorang warga.
Ramainya aktivitas belanja ini diperkirakan masih akan terus meningkat hingga mendekati awal Ramadhan 2026.
Seiring kebutuhan yang makin banyak, warga pun memilih belanja lebih cepat—agar tidak kehabisan barang dan tidak kaget saat harga mulai naik.












