Kabar

Kronologi Lengkap Insiden Razia di Gorontalo hingga Polisi Tertimpa Motor

×

Kronologi Lengkap Insiden Razia di Gorontalo hingga Polisi Tertimpa Motor

Sebarkan artikel ini
Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Kota, IPTU Ismet Alitu/Hibata.id
Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Kota, IPTU Ismet Alitu/Hibata.id

Hibata.id – Situasi lalu lintas di Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, yang awalnya tampak biasa, mendadak berubah tegang dalam hitungan detik.

Sebuah insiden yang terjadi saat operasi rutin Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota itu kini menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 31 detik, terlihat momen menegangkan ketika seorang pengendara sepeda motor berusaha menghindari pemeriksaan petugas, Rabu (9/4/2026).

Pengendara tersebut tampak panik dan mencoba menyalakan kembali kendaraannya, sementara seorang anggota Polantas bersama dua warga berusaha menghentikannya.

Ketegangan memuncak ketika sepeda motor jenis Yamaha NMAX itu tiba-tiba bergerak dan mengenai salah satu anggota polisi.

Petugas tersebut langsung terlihat meringis kesakitan di tengah jalan setelah kakinya tertindih kendaraan. Rekan-rekannya kemudian sigap mengevakuasi korban dari lokasi.

Baca Juga:  Mewakili Danrem, Dandim 1304 Gorontalo Hadiri Upacara Pelepasan Latihan Pamtas RI

Suasana di sekitar lokasi pun berubah kacau. Warga yang menyaksikan kejadian itu tampak panik, sementara sebagian lainnya merekam momen tersebut hingga akhirnya tersebar luas di Facebook.

Namun, di balik video yang viral dan memicu berbagai spekulasi, pihak kepolisian memastikan fakta yang berbeda dari dugaan publik.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Kota, IPTU Ismet Alitu, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mengandung unsur kesengajaan.

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat petugas melakukan operasi penegakan hukum secara stasioner pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Baca Juga:  Tiga Perusahaan Tambang Mangkir Bahas AMDAL, DPRD Pohuwato Geram

Saat itu, petugas menghentikan seorang pengendara yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar.

Namun, terjadi miskomunikasi yang memicu perdebatan antara petugas dan pengendara.

“Tidak ada unsur kesengajaan. Ini murni akibat miskomunikasi dan kurangnya konsentrasi dari kedua pihak,” ujar IPTU Ismet.

Ia menambahkan, kendaraan pengendara memang sempat mengenai petugas, namun bukan karena upaya penabrakan.

Polisi juga memastikan tidak ada korban luka serius dan kondisi kedua belah pihak kini dalam keadaan baik.

Sementara itu, pengendara bernama Andi Ibrahim akhirnya angkat bicara.

Ia mengaku panik karena menggunakan knalpot tidak standar atau knalpot brong, sehingga berusaha menghindari pemeriksaan petugas.

Keputusan yang diambil secara spontan itu justru berujung pada insiden yang tidak diinginkan.

Baca Juga:  686 Wisudawan UNSRI Resmi Dilantik, Rektor Targetkan 80 Persen Lulusan Terserap Kerja

Andi pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah diamankan ke Polresta Gorontalo Kota.

Ia juga menyatakan siap mengganti knalpot kendaraannya dengan yang sesuai standar serta menerima pembinaan dari kepolisian.

Di sisi lain, IPTU Ismet menegaskan pihaknya akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan tugas di lapangan tetap profesional dan humanis.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik saat bertemu petugas serta selalu melengkapi surat-surat dan kelengkapan kendaraan demi keselamatan bersama.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa satu keputusan dalam hitungan detik dapat berujung pada situasi yang tak terduga.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel