Kabar

Pemkab Jember Berlakukan WFH ASN demi Atasi Antrean BBM di SPBU

×

Pemkab Jember Berlakukan WFH ASN demi Atasi Antrean BBM di SPBU

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan kebijakan bekerja dari rumah bagi ASN di tengah antrean BBM di sejumlah SPBU/Hibata.id
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan kebijakan bekerja dari rumah bagi ASN di tengah antrean BBM di sejumlah SPBU/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menerapkan kebijakan work from home (WFH). Jumat dan Senin.

Aturan ini mulai diberlakukan pekan depan, demi untuk membantu mengurai antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan pemerintah daerah mengambil langkah tersebut setelah menerima laporan mengenai antrean panjang BBM di sejumlah SPBU, tidak hanya di Kabupaten Jember, tetapi juga di berbagai daerah lain, termasuk Bali.

Baca Juga:  Bupati Pohuwato Benarkan Lokasi Longsor DAM Merupakan Tambang Ilegal

Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, mengatakan distribusi BBM merupakan tugas utama Pertamina. Namun, pemerintah daerah juga perlu mengambil langkah untuk membantu mengatasi antrean agar pembelian BBM kembali normal.

“Kami Pemerintah Kabupaten Jember memutuskan hari Jumat ini, kemudian hari Senin minggu depan untuk para ASN Kabupaten Jember, kami putuskan untuk work from home. Untuk bekerja dari rumah,” kata Fawait, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga:  Berikut Instansi Paling Banyak Buka Formasi CPNS 2024

Menurut dia, kebijakan WFH tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi antrean BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember.

“Mudah-mudahan bisa membantu Pertamina untuk memulihkan kembali distribusi BBM dan penjualan BBM di SPBU-SPBU Kabupaten Jember,” tuturnya.

Fawait mengatakan Pemkab Jember akan memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berdiskusi dengan pihak Pertamina untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca Juga:  Sebelum Bertugas, Personel Polresta Balikpapan Dicek Propam

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan antrean BBM terjadi akibat dinamika geopolitik internasional yang memengaruhi rantai pasok energi dan jadwal kedatangan kapal tanker minyak.

Meski demikian, Ahad menegaskan Pertamina tidak mengurangi pasokan BBM untuk wilayah Kabupaten Jember.

“Kami garis bawahi bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusinya,” tegas Ahad.