Kabar

Petani Pohuwato Terancam Gagal Panen, Irigasi Molosipat Jebol Tanpa ada Perbaikan

×

Petani Pohuwato Terancam Gagal Panen, Irigasi Molosipat Jebol Tanpa ada Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Sawah milik petani di Kecamatan Buntulia dan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato. (Delpriyanto Tahir/Hibata.id)
Sawah milik petani di Kecamatan Buntulia dan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato. (Delpriyanto Tahir/Hibata.id)

Hibata.id – Nasib petani sawah di wilayah barat Gorontalo kian memprihatinkan. Jaringan irigasi di Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, dilaporkan jebol sejak enam bulan terakhir, sehingga pasokan air ke lahan pertanian berhenti total.

Akibat kerusakan itu, aliran air tidak lagi memasok sawah, mengancam tanaman padi dan berpotensi memicu gagal panen di musim tanam ini.

Salah satu petani, Roni Ismail, menyatakan kondisi irigasi semakin parah karena tidak ada perbaikan permanen dari pihak terkait.

“Sudah enam bulan ini jebol. Kami sempat perbaiki sendiri secara manual, tapi rusak lagi. Bahkan kami sampai patungan sewa ekskavator kecil untuk penanganan darurat,” kata Roni melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (28/03/2026).

Baca Juga:  Aktor Korea Selatan Park Min Jae Meninggal Dunia di Usia 32 Tahun

Roni menambahkan, upaya swadaya petani hanya bersifat sementara. “Penanganan darurat itu tidak permanen. Sekarang sudah dua bulan ini putus lagi, petani sudah tidak bisa menanam padi,” ujarnya.

Meski pemerintah daerah pernah meninjau lokasi, realisasi perbaikan signifikan dari dinas terkait belum terlihat. Para petani berharap Bupati Pohuwato segera turun tangan dan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan perbaikan permanen.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, khususnya Bupati, agar masalah ini segera ditangani sebelum gagal panen terjadi,” tegas Roni.

Baca Juga:  LP3G Ultimatum DPRD Bonebol: Tunda Pengangkatan Staf Ahli Jika Tak Sesuai Aturan

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas PU Kabupaten Pohuwato menjelaskan pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Sebelumnya, Balai Wilayah Sungai sempat melakukan pengerukan sedimentasi di pintu bendung, sehingga aliran air sempat lancar. Namun, sedimentasi kembali terjadi diduga akibat aktivitas pertambangan di sekitar wilayah.

“Balai wilayah sungai sudah menanganinya. Bupati juga sudah meminta kami melakukan analisis apakah bisa menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan jangka pendek,” ujarnya.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Gorontalo, Warga Panik Berhamburan Setengah Sadar

Dinas PU berencana melakukan pengecekan pada Senin mendatang untuk mengukur panjang saluran terdampak, yang diperkirakan mencapai 1,5 kilometer dari bendung.

“Jika memungkinkan, penanganan darurat akan diajukan menggunakan dana BTT. Saat ini anggaran infrastruktur sangat terbatas,” katanya.

Tugas utama dinas, menurutnya, adalah memastikan saluran irigasi berfungsi optimal agar air kembali mengalir ke lahan pertanian.

Dengan kondisi yang terus memburuk, petani berharap langkah cepat dan konkret segera diambil agar ancaman gagal panen tidak benar-benar terjadi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel