Meskipun pihak kepolisian telah memberikan pembinaan kepada para siswa, sekolah justru memilih mengambil langkah keliru dengan mengeluarkan mereka.
Salah satu orang tua siswa menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut.
“Kami merasa keputusan sekolah ini tidak adil dan hanya menghancurkan masa depan anak-anak kami. Tidak ada orang tua yang tega melihat anaknya diperlakukan seperti ini,” ujarnya.
Orang tua tersebut juga mempertanyakan asal-usul minuman keras yang dikonsumsi anak-anak mereka, dan berharap sekolah tidak hanya menyalahkan para siswa.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SMA Negeri 1 Tilamuta belum memberikan tanggapan resmi.















