Kabar

Kanwil Kemenag Gorontalo Paparkan Asta Protas di Hadapan Media, Apa itu?

×

Kanwil Kemenag Gorontalo Paparkan Asta Protas di Hadapan Media, Apa itu?

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Gorontalo Kaswad Sartono saat memberikan arakan di hadapan media Gorontalo soal Asta Protas/Hibata.id
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Gorontalo Kaswad Sartono saat memberikan arakan di hadapan media Gorontalo soal Asta Protas/Hibata.id

Hibata.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo memperkenalkan delapan program prioritas nasional bertajuk Asta Protas Kemenag Berdampak guna mendukung pelaksanaan Asta Cita dan 17 program unggulan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2025–2029.

Kepala Kanwil Kemenag Gorontalo, Kaswad Sartono, mengatakan program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui kebijakan sektoral yang berdampak langsung dan nyata di bidang keagamaan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Scroll untuk baca berita

“Delapan program prioritas ini sudah di susun agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Insya Allah akan kami realisasikan secara bertahap,” kata Kaswad saat menggelar silaturahmi media di Gorontalo, Senin (9/7/2025).

Baca Juga:  Sidang Gugatan PT GM, Saksi Ahli: SK Kementerian ESDM Harus Batal Demi Hukum
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Gorontalo Kaswad Sartono bersama media Gorontalo/Hibata.id
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Gorontalo Kaswad Sartono bersama media Gorontalo/Hibata.id

Berikut delapan program prioritas nasional yang bakal dijalankan Kemenag Gorontalo:

  1. Peningkatan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan
    Mendorong harmoni antarpemeluk agama, relasi umat dengan pemerintah, serta kepedulian sosial berbasis nilai-nilai kemanusiaan.

  2. Penguatan Ekoteologi
    Kemenag bersama MUI merancang fatwa terkait pelestarian lingkungan sebagai bagian dari praktik keagamaan yang bertanggung jawab.

  3. Layanan Keagamaan Berdampak
    Penguatan layanan di Kantor Urusan Agama (KUA), mencakup 12 layanan unggulan seperti pernikahan, wakaf, hingga konseling keagamaan.

  4. Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi
    Peningkatan mutu pendidikan Islam di madrasah, sekolah formal, hingga pendidikan nonformal, dengan pendekatan yang ramah dan terintegrasi.

  5. Pemberdayaan Pesantren
    Pesantren difungsikan sebagai lembaga pendidikan, pusat dakwah, sekaligus agen pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

  6. Pemberdayaan Ekonomi Umat
    Optimalisasi potensi zakat, infak, dan sedekah nasional yang ditaksir mencapai Rp400 triliun, melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan.

  7. Sukses Penyelenggaraan Ibadah Haji
    Tiga indikator utama: kelancaran keberangkatan, pelaksanaan ibadah sesuai syariat, dan kepulangan jamaah dalam keadaan sehat.

  8. Digitalisasi Tata Kelola Layanan Keagamaan
    Penguatan sistem layanan digital yang cepat, transparan, dan akuntabel, termasuk penyediaan aplikasi konsultasi dan informasi layanan publik.

Kolaborasi Media untuk Program Keagamaan Inklusif

Kaswad Sartono juga mengapresiasi peran media dalam membangun pemahaman publik terhadap kebijakan keagamaan yang inklusif dan berdampak.

“Silaturahmi ini menjadi ruang mempererat kolaborasi antara Kemenag dan insan pers, demi menyampaikan informasi yang mencerdaskan dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik,” pungkas Kaswad.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel