Hibata.id – Kebakaran melanda rumah seorang warga lanjut usia di Desa Polindu, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Minggu (22/2/2026), menjelang salat zuhur. Tidak ada korban jiwa, namun rumah beserta material bangunan hangus terbakar.
Pemilik rumah diketahui memiliki tujuh anak. Salah satunya merupakan siswa Sekolah Rakyat (SR) 69 Buton Tengah.
Dugaan Korsleting Listrik
Berdasarkan keterangan korban, api diduga berasal dari korsleting listrik. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan rumah sederhana yang ditempati keluarga tersebut.
Selain bangunan utama, kebakaran juga melalap kayu dan material yang telah disiapkan untuk pembangunan rumah permanen tipe 36. Korban sebenarnya sudah membangun fondasi, namun keterbatasan biaya membuat pembangunan belum dilanjutkan.
Selama ini, keluarga tinggal di hunian darurat yang berdiri di bagian belakang fondasi rumah.
Bupati Turun Langsung
Usai menerima informasi kebakaran dan menunaikan salat zuhur, Bupati Buton Tengah Dr Azhari bersama istri langsung mengunjungi lokasi. Ia berdialog dengan korban dan memastikan bantuan segera diberikan.
“Sementara kita bangun dua kamar dulu. Yang penting ada tempat tinggal layak untuk keluarga,” ujar Azhari.
Pemkab Buton Tengah langsung menyalurkan bantuan berupa 2.500 batako, kusen, tulangan besi, atap, bahan bangunan, sembako, makanan siap saji, pakaian, peralatan masak, serta kasur.
“Hari ini kita bantu 2.500 batako. Kita tambah besi dan atapnya. Insya Allah dua minggu sudah selesai,” katanya.
Selain bantuan dari pemerintah daerah, Kementerian Sosial melalui Balai Meohai Kendari juga menyalurkan bantuan logistik senilai sekitar Rp15 juta. Bantuan tersebut meliputi biskuit, pakaian, kasur, mi instan, dan telur.
Azhari menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial dan Wakil Menteri Sosial atas respons cepat membantu warga Buton Tengah.
Tetap Kuat Hadapi Musibah
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan semangat kepada kepala keluarga agar tetap tegar.
“Keadaan boleh berubah, tetapi tanggung jawab sebagai kepala keluarga tetap harus dijalankan. Tetap kuat dan jangan kehilangan harapan,” pesannya.
Pemerintah daerah memastikan proses pembangunan akan dikawal hingga selesai agar keluarga korban segera memiliki rumah yang aman dan layak huni.













