Kriminal

Niat Kirim Biskuit, Eh Nyelip Emas 1 Kg hingga Ketahuan di Bandara Djalaluddin

×

Niat Kirim Biskuit, Eh Nyelip Emas 1 Kg hingga Ketahuan di Bandara Djalaluddin

Sebarkan artikel ini
Kaleng Biskuit Berisi Emas Batangan, Modus Licin Digagalkan Petugas Bandara Gorontalo/Hibata.id
Kaleng Biskuit Berisi Emas Batangan, Modus Licin Digagalkan Petugas Bandara Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id – Siapa sangka, paket yang dikira berisi kue kering justru menyimpan isi yang bikin deg-degan, emas batangan hampir 1 kilogram.

Aksi penyelundupan ini gagal total setelah petugas Avsec Bandara Djalaluddin mencium gelagat aneh dari hasil X-ray.

Sabtu siang itu (28/3/2026), suasana di Gedung Kargo Bandara Djalaluddin sebenarnya berjalan biasa saja. Paket datang, diperiksa, lalu dikirim seperti rutinitas standar.

Namun sekitar pukul 11.13 WITA, satu paket kue kering mendadak bikin petugas berhenti sejenak. Bukan karena lapar, tapi karena hasil X-ray-nya terasa janggal.

Di layar, bayangan benda di dalam paket tak cocok dengan isi yang tertulis di dokumen.

Baca Juga:  Reskrim Ungkap Kronologi Kasus Penganiayaan Siswa di Kota Gorontalo

Kepala Bandara Djalaluddin, Joko Harjani bilang, petugas langsung mengungkap momen mencurigakan itu.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara isi paket dengan dokumen Surat Muatan Udara (SMU) yang mencantumkan barang sebagai kue kering,” kata Joko.

Rasa penasaran berubah jadi kewaspadaan. Paket pun dibuka dengan hati-hati.

Di dalamnya memang ada lima kaleng biskuit—tampilan luar yang cukup meyakinkan.

Tapi satu kaleng bertingkah beda. Saat dipindai, hanya kaleng itu yang memunculkan sinyal logam.

Petugas tak butuh waktu lama untuk memastikan. Kaleng tersebut dibuka. Dan ternyata bukan biskuit yang dominan di dalamnya.

Baca Juga:  Konten Kreator ‘Masak’ yang Jadi Tersangka, Ternyata ASN BPTP Gorontalo

Terselip rapi, lima keping emas batangan dibungkus plastik, disamarkan di antara kue-kue kering. Modusnya sederhana, tapi cukup licin—kalau saja tidak ketahuan.

Total beratnya? Sekitar 1 kilogram. Nilainya? Bisa bikin siapa pun terdiam.

Paket ini ternyata hendak terbang menggunakan layanan port to port, ikut dalam penerbangan Lion Air JT 793 dengan rute Gorontalo–Makassar–Jakarta pukul 14.50 WITA. Tapi rencana itu kandas sebelum boarding.

Petugas langsung bergerak cepat. Barang bukti diamankan, koordinasi dilakukan.

Baca Juga:  Visum Dipertanyakan, Kuasa Hukum ASN Gorut Dorong Pemeriksaan Medis Lanjutan

Polsek Kawasan Bandara dan Polres Gorontalo segera turun tangan. Tak butuh lama, kasus ini pun berpindah ke meja penyidik.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, AKP Andrean Pratama, memastikan kasus ini sudah naik level.

“Penyidik telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi untuk mengungkap asal-usul emas tersebut,” ujar Andrean.

Artinya, ini bukan sekadar paket nyasar.

Polisi kini terus mengembangkan penyelidikan untuk membongkar kemungkinan jaringan yang bermain di balik upaya penyelundupan ini.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel