Scroll untuk baca berita
Kuliner

Kue hingga Pepes Daun Singkong Jadi perekat Silaturahmi Warga Tombulilato

×

Kue hingga Pepes Daun Singkong Jadi perekat Silaturahmi Warga Tombulilato

Sebarkan artikel ini
Kue tradisional dipamerkan dalam pagelaran lomba kuliner tradisional di Gorontalo Utara. Foto: banthayo/Hibata.id
Kue tradisional dipamerkan dalam pagelaran lomba kuliner tradisional di Gorontalo Utara. Foto: banthayo/Hibata.id

Hibata.id – Desa Tombulilato, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, kembali menggelar lomba kuliner tradisional sebagai agenda tahunan desa.

Desa tertua di Gorontalo Utara ini terus mempertahankan warisan kuliner lokal yang menjadi identitas budaya masyarakat.

Kepala Desa Tombulilato, Junaidin Mooduto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi turun-temurun warga setempat.

“Pagelaran ini merupakan cara kami melestarikan warisan kuliner leluhur sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga,” ujar Junaidin di Gorontalo Utara, Jumat (19/7/2025).

Baca Juga:  Timphan, Kue Tradisional Aceh Simbol Kebersamaan Lewat Generasi Perempuan

Selain mempertahankan cita rasa kuliner khas, lomba ini juga menjadi momentum kebersamaan warga. Dalam acara tersebut, berbagai hidangan tradisional seperti sate daun singkong.

Selain itu ada dompo durian, perkedel kentang, telur es krim, pepes daun singkong, hingga kue khas Gorontalo dipamerkan untuk dinilai dewan juri.

Baca Juga:  Bobara Bakar dan Dabu-Dabu Lemong, Menu Andalan Pesisir Gorontalo

“Kami mendatangkan juri dari luar desa agar penilaian objektif. Antusias warga sangat tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang ikut serta,” katanya.

Tidak hanya makanan, hasil bumi warga seperti gula aren, cabai, dan aneka buah-buahan juga turut dipamerkan.

Setelah penilaian selesai, seluruh hidangan dinikmati bersama-sama oleh warga dan tamu undangan.

Baca Juga:  Makanan Tradisional Indonesia Terpilih Sebagai yang Terlezat di Dunia

“Inilah nilai kebersamaan yang kami jaga. Makan bersama tanpa sekat, menjadi wujud kekompakan warga desa,” tambah Junaidin.

Sebagai penutup, panitia memberikan piala bergilir kepada pemenang lomba kuliner. “Piala ini akan diperebutkan setiap tahun sebagai motivasi bagi warga untuk terus menjaga tradisi,” ujarnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel