Scroll untuk baca berita
Kota Gorontalo

Lahir di Hari Patriotik, Lima Bayi Terima Hadiah dari Wali Kota Gorontalo

×

Lahir di Hari Patriotik, Lima Bayi Terima Hadiah dari Wali Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat mengunjungi langsung para bayi dan ibunya di Rumah Sakit Bunda. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat mengunjungi langsung para bayi dan ibunya di Rumah Sakit Bunda. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Lima bayi yang lahir bertepatan dengan peringatan Hari Patriotik Gorontalo, 23 Januari 2026, mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.

Adhan mengunjungi langsung para bayi dan ibunya di sejumlah rumah sakit, yakni Rumah Sakit Siti Khadijah, Rumah Sakit Umum Daerah Aloei Saboe, dan Rumah Sakit Bunda.

Dari lima bayi tersebut, tiga di antaranya lahir di RSUD Aloei Saboe, sementara masing-masing satu bayi lahir di RS Bunda dan RS Siti Khadijah.

Baca Juga:  Parkir Berlangganan Akan Diterapkan di Kota Gorontalo, Tarif Dimulai Rp60 Ribu per Tahun

Dalam kunjungan itu, Adhan menyerahkan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi atas kelahiran yang bertepatan dengan hari bersejarah bagi Gorontalo.

“Saya sudah sampaikan sebelumnya, siapa yang melahirkan tepat tanggal 23 Januari akan kita kunjungi dan diberi hadiah apa adanya,” kata Adhan.

Ia menyebutkan seluruh bayi dan ibu berada dalam kondisi sehat. Menurut dia, meskipun sebagian orang tua telah memiliki anak sebelumnya, kelahiran pada Hari Patriotik memiliki makna tersendiri.

Baca Juga:  Wali Kota Adhan: Jualan Saja di Eks Jalan Andalas dan Jalan Hos Cokroaminoto, Jangan Takut!

Selain memberikan hadiah, Pemerintah Kota Gorontalo juga memastikan pengurusan akta kelahiran seluruh bayi dilakukan langsung oleh pemerintah, sehingga orang tua tidak perlu mengurus administrasi secara terpisah.

Adhan menegaskan peringatan Hari Patriotik tidak seharusnya berhenti pada seremoni semata.

Baca Juga:  Pemkot Gorontalo Minta Bank SulutGo Kosongkan Lahan Kantor Cabang

“Jangan 23 Januari hanya menjadi cerita. Harus ada implementasi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap ke depan momen tersebut dapat dikemas lebih berkesan dengan melibatkan keluarga para bayi, sehingga nilai historis dan emosional Hari Patriotik tetap hidup di tengah masyarakat.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel