Lingkungan

Polisi Sita 7 Excavator di PETI Hulawa Pohuwato, Pemilik Masih Disembuyikan

×

Polisi Sita 7 Excavator di PETI Hulawa Pohuwato, Pemilik Masih Disembuyikan

Sebarkan artikel ini
Penindakan PETI Pohuwato Disorot, Polisi Sita 7 Excavator namun Aktor Utama Belum Tersentuh/Hibata.id
Penindakan PETI Pohuwato Disorot, Polisi Sita 7 Excavator namun Aktor Utama Belum Tersentuh/Hibata.id

Hibata.id – Penindakan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, kembali disorot publik.

Aparat kepolisian telah beberapa kali melakukan operasi penindakan dan berhasil penyitaan alat berat.

Namun aktor utama yang diduga mengendalikan aktivitas ilegal tersebut belum tersentuh proses hukum.

Belum selesai kasus lain, Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato kembali melakukan penindakan dengan mengamankan tujuh unit alat berat jenis excavator. Alat tersebut diduga akan digunakan untuk kegiatan PETI.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pohuwato AKP Khoirunnas mengatakan tim menemukan alat berat tersebut di kawasan dam, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.

“Tim bergerak atas arahan Kapolda Gorontalo untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas pertambangan ilegal. Di lokasi, kami menemukan tujuh unit excavator yang diduga akan digunakan untuk PETI,” ujar Khoirunnas, Selasa (31/03/2026).

Baca Juga:  Koalisi Masyarakat Sipil Desak Revisi UU Kehutanan agar Transparan

Ia menjelaskan, aparat melakukan penindakan beberapa hari setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Saat ini, seluruh alat berat telah dipasangi garis polisi dan masih berada di lokasi karena kondisi medan yang sulit dijangkau.

Tujuh excavator yang diamankan terdiri dari satu unit merek JCB, dua unit Hitachi dari pemilik berbeda, serta unit lainnya dari merek Hyundai dan Sany.

Polisi juga telah mengidentifikasi pemilik alat berat tersebut.

Namun, penyidik belum mengungkapkan identitas pihak terkait karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Baca Juga:  Embun Upas Minus 2 Derajat Celsius Selimuti Dieng, BMKG Imbau Waspada

“Dalam waktu dekat, kami akan memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan,” kata Khoirunnas.

Dalam operasi tersebut, aparat menghadapi tantangan medan yang cukup berat. Personel harus menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor selama sekitar satu jam, kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi.

“Medan cukup ekstrem dan cuaca tidak menentu. Saat tim tiba, hujan lebat sedang berlangsung. Setelah pemasangan garis polisi, tim kembali dan tiba di Polres pada dini hari,” ujarnya.

Sorotan Publik

Sebelumnya, aparat beberapa bulan lalu kepolisian bersama Polda Gorontalo juga telah melakukan penindakan serupa dengan menyita sejumlah alat berat di lokasi tambang ilegal.

Baca Juga:  Polisi Nampaknya Pakai Kacamata “Kuda” saat Penertiban Alat Berat di PETI Balayo Pohuwato

Namun demikian, publik menilai penanganan kasus PETI di wilayah tersebut belum menyentuh aktor utama.

Sejumlah pihak menduga aktivitas tambang ilegal masih berlangsung dan dikendalikan oleh pihak yang sama.

Kondisi ini memunculkan kritik terhadap efektivitas penegakan hukum, terutama dalam upaya menindak pelaku utama di balik aktivitas pertambangan ilegal.

Polres Pohuwato menegaskan akan terus meningkatkan penindakan terhadap aktivitas PETI guna menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan kepastian hukum di wilayah tersebut.

Aparat juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan aktivitas pertambangan ilegal yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel