Lingkungan

Tak Ada Unsur Pidana, Polisi Bebaskan 6 Aktivis Greenpeace

×

Tak Ada Unsur Pidana, Polisi Bebaskan 6 Aktivis Greenpeace

Sebarkan artikel ini
Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk berisi desakan penanganan krisis iklim di Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk berisi desakan penanganan krisis iklim di Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Hibata.id, Greenpeace – Polisi membebaskan enam aktivis Greenpeace Indonesia setelah menjalani pemeriksaan sekitar delapan jam di Polda Metro Jaya, Selasa (20/10/2026).

Mereka sebelumnya dibawa ke kantor polisi setelah menggelar aksi membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi, Daniel Winarta, mengatakan keenam aktivis tersebut bebas sekitar pukul 20.30 WIB.

“Sudah, jam 08.30 (malam),” kata Daniel saat dikonfirmasi, Selasa.

Menurut Daniel, polisi memeriksa identitas para aktivis dan meminta keterangan mengenai kronologi aksi. Setelah pemeriksaan selesai, keenamnya kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga:  Tambang PGP Dikecam PMII Pohuwato, Cemari Lingkungan hingga Rusak Sekolah

Sebelumnya, para aktivis membentangkan dua spanduk berukuran besar di Patung Selamat Datang untuk menyuarakan desakan agar pemerintah lebih serius menangani krisis iklim dan dampaknya terhadap biaya hidup masyarakat.

Petugas menurunkan kedua spanduk tersebut secara bertahap pada Selasa pagi. Berdasarkan pantauan di lokasi, spanduk pertama diturunkan sekitar pukul 08.50 WIB, sedangkan spanduk kedua menyusul pada pukul 09.20 WIB.

Baca Juga:  Ujung 2025, PETI di Pohuwato Masih Menggali Masalah

Petugas yang berjaga di bawah monumen mengimbau para aktivis melepaskan perlengkapan yang digunakan dan mengutamakan keselamatan saat turun.

“Perlengkapan-perlengkapan saudara untuk bisa dicabut dan silakan utamakan keselamatan jiwa raga saudara,” ujar petugas melalui pengeras suara.

Para aktivis kemudian turun satu per satu dengan bantuan petugas. Tangga disiapkan untuk membantu proses penurunan, sementara petugas bersiaga di bawah monumen.

Dua spanduk tersebut membawa pesan terkait krisis iklim dan kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Rugikan Warga Sekitar, Camat Diminta Tindak Perusahaan Batu Pica di Molangato

Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan menghadap ke utara, ke arah Istana Merdeka.

Sementara itu, spanduk kedua bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” dan menghadap ke selatan kawasan Bundaran HI.

Melalui aksi tersebut, Greenpeace mendesak pemerintah mengambil langkah lebih serius untuk mengatasi krisis iklim yang dinilai mengancam keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.