Scroll untuk baca berita
Buton

Pesta Panen Wakeakea, Saat Syukur dan Harapan Bertemu di Buton Tengah

Avatar of Hibata.id✅
×

Pesta Panen Wakeakea, Saat Syukur dan Harapan Bertemu di Buton Tengah

Sebarkan artikel ini
Prosesi ritual adat mewarnai Pesta Panen Desa Wakeakea, Kecamatan Gu, Buton Tengah, sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian sekaligus pelestarian tradisi budaya lokal/Hibata.id
Prosesi ritual adat mewarnai Pesta Panen Desa Wakeakea, Kecamatan Gu, Buton Tengah, sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian sekaligus pelestarian tradisi budaya lokal/Hibata.id

Hibata.id – Gedung Kesenian Desa Wakeakea dipenuhi senyum dan kebersamaan. Warga datang membawa rasa syukur atas hasil panen yang telah mereka peroleh sepanjang tahun.

Di tengah suasana hangat itu, Bupati Buton Tengah Dr. Azhari bersama Wakil Bupati Muh. Adam Basan hadir menyatu dengan masyarakat dalam Pesta Panen Desa Wakeakea, Kecamatan Gu, Sabtu (10/1/2026).

Scroll untuk baca berita
IKLAN BUTENG

Bagi warga Wakeakea, pesta panen bukan sekadar acara tahunan. Ini adalah ruang untuk berterima kasih—kepada Tuhan, alam, dan sesama—atas rezeki yang tumbuh dari tanah mereka.

Tradisi ini terus hidup dari generasi ke generasi, menjaga ikatan sosial dan nilai gotong royong.

Sejumlah pejabat daerah ikut menyaksikan kebersamaan tersebut. Hadir Staf Ahli TP PKK Buton Tengah Ny. Kartini Adam, anggota DPRD Samirun dan Norman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Camat Gu, serta para kepala desa se-Kecamatan Gu.

Baca Juga:  Menkes Budi Gunadi Letakkan Batu Pertama RSUD Buteng, Target Rampung Akhir 2025

Dalam sambutannya, Bupati Azhari menyampaikan kekagumannya terhadap konsistensi masyarakat Wakeakea dalam merawat tradisi pesta panen.

Menurutnya, tradisi ini bukan hanya tentang hasil pertanian, tetapi juga tentang nilai kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

“Pesta panen ini mengajarkan kita untuk bersyukur dan saling menguatkan. Nilai seperti ini yang harus terus kita jaga,” ujar Azhari.

Melihat antusiasme warga dan kekuatan budaya yang terasa nyata, Bupati pun menyampaikan gagasan agar Pesta Panen Desa Wakeakea masuk dalam kalender kebudayaan Kabupaten Buton Tengah.

Jika itu terwujud, Wakeakea bukan hanya dikenal sebagai desa pertanian, tetapi juga sebagai penjaga tradisi budaya daerah.

Baca Juga:  Dr. Azhari Kukuhkan Pengurus TP-PKK, Fokus pada Pemberdayaan Perempuan

Keluhan Petani Didengar, Solusi Diminta Segera

Di balik perayaan, Bupati juga mendengar langsung keluhan petani soal serangan hama yang sempat memengaruhi hasil panen. Tanpa menunggu lama, ia meminta Dinas Pertanian Buton Tengah segera turun ke lapangan.

Bupati Buton Tengah Dr. Azhari menyampaikan sambutan saat menghadiri Pesta Panen Desa Wakeakea di Kecamatan Gu, Sabtu (10/1/2026)/Hibata.id
Bupati Buton Tengah Dr. Azhari menyampaikan sambutan saat menghadiri Pesta Panen Desa Wakeakea di Kecamatan Gu, Sabtu (10/1/2026)/Hibata.id

“Doa sudah kita panjatkan, sekarang ikhtiar teknis harus kita perkuat agar petani tidak berjalan sendiri,” tegasnya.

Tak hanya itu, persoalan akses jalan desa juga menjadi perhatian. Bupati menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Menariknya, Bupati Azhari juga berbagi rencana pengembangan wilayah dengan menggabungkan pertanian dan wisata sejarah. Konsep ini sebelumnya diuji coba di Mawasangka dan direncanakan diterapkan di Benteng Daduwali Ombonowulu, Kecamatan Gu.

Baca Juga:  Nyaris Telan Korban, Plafon Kantor Bupati Buton Tengah Ambruk Usai Diguyur Hujan

Ia berharap, langkah ini bisa membuka peluang ekonomi baru tanpa meninggalkan akar budaya dan sejarah lokal.

Menutup kegiatan, Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Rumpun Bombonawulu atas dukungan mereka terhadap pembangunan Kompleks Perkantoran Bumi Praja, yang kini menjadi pusat pemerintahan Buton Tengah.

“Kami ingin pembangunan Buton Tengah berjalan bersama masyarakat, memberi ruang bagi putra daerah untuk tumbuh dan berkontribusi,” kata Azhari.

Sore itu, Pesta Panen Wakeakea pun berakhir dengan satu pesan sederhana: syukur yang dijaga, tradisi yang hidup, dan harapan yang terus tumbuh dari tanah Buton Tengah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel