Hibata.id – Rekening Dana Nasabah (RDN) milik PT Panca Global Sekuritas di Bank Central Asia (BCA) kena masalah serius.
Pada Selasa (9/9), rekening khusus transaksi pasar modal itu terpantau ada penarikan dana berulang dalam waktu singkat.
Direktur PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), induk Panca Global Sekuritas, Trisno Limanto, mengungkapkan bahwa pengalihan dana tersebut tidak sesuai peruntukannya.
“Pengalihan dana dengan tujuan di luar rekening yang telah didaftarkan sebelumnya oleh PGS (whitelist) dengan dugaan transfer keluar melalui BCA Klik Bisnis,” kata Trisno dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/9).
RDN sendiri merupakan rekening wajib bagi investor di pasar modal. Semua transaksi jual-beli saham, reksadana, hingga obligasi harus lewat rekening ini.
Trisno menambahkan, manajemen masih menghitung nilai kerugian. Dalam laporan sebelumnya, nasabah disebut merugi sekitar Rp70 miliar.
“Manajemen PGS telah melakukan tindakan pada tanggal 10 September 2025 dengan mengembalikan dana pada RDN yang terdampak,” jelasnya.
Selain itu, sistem yang dicurigai kena gangguan langsung dinonaktifkan agar tidak semakin merugikan nasabah.
“Manajemen PGS senantiasa mengutamakan kepentingan para nasabah dan diupayakan semaksimal mungkin untuk tidak merugikan nasabah,” tegas Trisno.
Tak hanya itu, perseroan juga memastikan tetap patuh pada aturan pasar modal.
Respons BCA
Dari pihak bank, Corporate Secretary BCA I Ketut Alam Wangsawijaya menegaskan mereka sedang mendalami kasus ini.
“Saat ini, BCA sedang melakukan investigasi mendalam terhadap kejadian tersebut, bersama-sama dengan perusahaan sekuritas terkait,” ujarnya di keterbukaan informasi BEI, Jumat (12/9).
Alam menekankan sistem BCA tetap aman dan bank sudah menyiapkan langkah mitigasi. “BCA berkomitmen mendukung investigasi dari seluruh pihak terkait,” tambahnya.
Menurut Alam, BCA selalu menerapkan standar keamanan berlapis untuk melindungi data nasabah. “BCA senantiasa melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis,” katanya.
Kasus serupa bukan hal baru. Pada 2023, seorang nasabah BCA kehilangan tabungan Rp320 juta karena modus pencurian data. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja waktu itu mengingatkan agar nasabah menjaga identitas penting.
“Namanya KTP, kartu ATM, buku tabungan, serta nomor PIN itu nyawa kedua. Makanya para nasabah harus bisa menyimpan dengan baik,” ujarnya kala itu.
Dengan data tersebut, kata Jahja, orang bisa langsung tarik tunai Rp10 juta di ATM atau transfer hingga Rp50 juta.
Kasus dugaan pembobolan RDN ini kini jadi sorotan besar di pasar modal. Investor berharap investigasi tuntas agar dana tetap aman dan kepercayaan publik pada sistem keuangan tidak goyah.













