Hibata.id — Bupati Buton Tengah Azhari mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dan Kementerian Agama dalam mendukung visi daerah sebagai Kota Santri.
Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri ramah tamah peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kabupaten Buton Tengah, Sabtu, 3 Januari 2026.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Buton Tengah itu dihadiri Wakil Bupati Adam Basan, Penjabat Sekretaris Daerah Armin, Ketua Tim Penggerak PKK, jajaran Kantor Kemenag, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Azhari mengatakan koordinasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama selama ini berjalan baik dan saling mendukung, terutama dalam sektor keagamaan dan pendidikan.
Menurut dia, peran Kemenag penting dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah.

“Koordinasi dengan Kemenag berjalan harmonis dan sejalan dengan arah pembangunan daerah,” kata Azhari dalam sambutannya.
Ia menekankan peran Kemenag dalam menyukseskan program unggulan daerah, Kota Santri Mengaji.
Program tersebut, kata dia, diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan melalui penguatan peran dai dan guru mengaji.
“Kegiatan mengaji harus berjalan rutin dan berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Azhari juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah menggelar agenda dakwah pada awal 2026 dengan menghadirkan ulama dari Timur Tengah.
Kegiatan tersebut direncanakan sebagai bagian dari penguatan syiar Islam di Buton Tengah.
Selain dakwah, pemerintah daerah menjadwalkan pelatihan ruqyah pada 13 Januari 2026.
Pelatihan itu akan menghadirkan Ketua Asosiasi Ruqyah Indonesia untuk memberikan pemahaman dan praktik pengobatan sesuai syariat Islam.
Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap berbagai agenda tersebut dapat memperkuat kerja sama dengan Kementerian Agama dalam membangun masyarakat religius dan berkarakter, sejalan dengan visi Buton Tengah sebagai Kota Santri.















