Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo mulai mematangkan laporan yang akan dipaparkan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Februari 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Jakarta.
Menjelang agenda nasional tersebut, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memberikan pesan tegas namun lugas kepada seluruh jajarannya: laporan harus sesuai fakta, bukan hasil karangan.
“Jangan cuma karena mau cari muka, lalu laporan yang dibuat malah ngarang-ngarang,” ujar Adhan saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (29/1/2026).
Adhan menjelaskan, laporan yang disiapkan berkaitan langsung dengan program-program strategis Presiden RI, Prabowo Subianto. Mulai dari Koperasi Merah Putih (KMP), program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, hingga rencana pelaksanaan Sekolah Rakyat.
“Untuk Sekolah Rakyat, pada dasarnya kita siap. Hanya saja masih terkendala lahan, karena ada syarat luas tertentu yang harus dipenuhi,” jelasnya santai.
Tak hanya soal program nasional, laporan Rakornas juga memuat berbagai isu penting daerah. Mulai dari efisiensi anggaran, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, hingga inflasi. Bahkan, Adhan secara khusus meminta agar perjalanan dinas selama satu tahun masa kepemimpinannya ikut dilaporkan secara terbuka.
“Termasuk perjalanan dinas, saya minta dibuat laporannya. Hitung betul selama setahun saya memimpin,” tambah wali kota dua periode itu.
Agar data yang disajikan benar-benar akurat, Adhan berharap laporan tersebut mendapat masukan dari seluruh unsur Forkopimda.
“Makanya saya harap Pak Kapolres, perwakilan Pak Dandim, Pak Kajari, dan juga teman-teman dari BPS bisa kasih masukan dan saran,” pungkasnya.












