Scroll untuk baca berita
Hukum

KPK OTT Hakim PN Depok, Sebut Tiga Orang Diringkus

×

KPK OTT Hakim PN Depok, Sebut Tiga Orang Diringkus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Tersangka/Hibata.id
Ilustrasi Tersangka/Hibata.id

Hibata.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat.

Dalam operasi tersebut, KPK disebut mengamankan tiga orang yang diduga terkait kasus dugaan korupsi dalam pengurusan perkara sengketa lahan.

Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Hery Supriyono, menyebut tiga orang yang diamankan berasal dari internal PN Depok.

“Info yang saya terima ada tiga orang dari PN Depok yaitu wakil, ketua, dan juru sita,” kata Hery Supriyono di Depok, Jumat (6/2/2026).

Informasi yang beredar menyebut dua pejabat yang diamankan adalah Ketua PN Depok berinisial IWEM dan Wakil Ketua PN Depok berinisial BS. Namun hingga kini, identitas resmi pihak yang ditangkap belum diumumkan KPK.

Hery mengaku belum mendapatkan informasi lengkap terkait kasus yang menjerat bawahannya.

“Kalau detailnya saya belum tahu. Dengan kejadian tersebut tentunya saya merasa terpukul atas kejadian tersebut dan merasa prihatin,” ujarnya.

Baca Juga:  Diduga Lindungi Mafia PETI, Kapolri Didesak Copot Kapolres Pohuwato dan Kapolda Gorontalo

KPK Sebut Ada Penyelenggara Negara dan Pihak Swasta

Terpisah, Ketua KPK Setyo Budiyanto belum membenarkan kabar mengenai penangkapan Ketua PN Depok dan Wakil Ketua PN Depok tersebut. Ia hanya menyebut ada beberapa orang yang diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK.

“Pastinya ada beberapa orang dari penyelenggara negara dan pihak swasta yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK,” ujar Setyo saat dilansir Liputan6.

Setyo juga belum menjelaskan secara gamblang status pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

“Saat ini masih berproses. Detailnya nanti dari Jubir KPK,” singkatnya.

OTT Diduga Terkait Suap Sengketa Lahan

Berdasarkan informasi sementara, OTT tersebut diduga terkait praktik suap dalam penanganan perkara sengketa lahan yang sedang berjalan di wilayah Depok. KPK disebut menangkap para pihak saat transaksi berlangsung.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut tim penindakan memergoki adanya penyerahan uang dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Riezky Aprilia Ungkap Tekanan Politik dalam Sidang Kasus Suap Hasto Kristiyanto

“Telah terjadi penangkapan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan. Ada delivery, ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum,” ucap Asep di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026) malam.

Tiga Ruangan di PN Depok Disegel

Usai operasi tersebut, KPK juga menyegel sejumlah ruangan di PN Depok. Ketua PT Bandung Hery Supriyono mengatakan ada tiga ruangan yang dipasangi garis penyegelan.

“Yang disegel ruangan juru sita, Wakil dan Ketua. Itu tempatnya di mana, itu yang saya belum tahu, apakah di kantor, yang jelas sementara yang ada di sini, ruangan beliau-beliau itu yang disegel,” ungkap Hery.

Hery menyatakan pihaknya masih menunggu perkembangan informasi resmi dari KPK, termasuk lokasi penangkapan serta konstruksi perkara yang sedang ditangani.

“Ditangkapnya di mana itu yang saya belum jelas. Nanti kita ikuti informasi selanjutnya,” tutur Hery.

Baca Juga:  Aneh Bin Ajaib, Warga Tupa Ini Suarakan Aspirasi, Malah Dikriminalisasi Kadesnya

Ia mengatakan institusi peradilan akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat yang berwenang.

“Ya harus kita terima dan sekarang sedang dalam proses hukum, maka kita serahkan semuanya kepada aparat yang punya kewenangan untuk itu, jadi kita sambil menunggu nanti,” sambungnya.

Ketua PT Bandung Datangi PN Depok

Hery juga mengaku terpukul atas peristiwa tersebut. Ia mendatangi PN Depok untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Saya datang sebagai bentuk dukungan moril, kepada adik-adik kita yang ada di sini, supaya dia tetap semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia.

Hingga Jumat siang, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif dan belum menyampaikan identitas resmi pihak yang diamankan maupun status hukum mereka.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel