Hibata.id, Gorontalo – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bone Bolango mempromosikan produk kerajinan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah melalui pameran di Gedung GPCC, Kota Gorontalo, Selasa (13/10/2026).
Pameran tersebut berlangsung di sela-sela kunjungan Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, bersama rombongan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone Bolango, Eriana Pajria Ningsih, mengatakan keikutsertaan Dekranasda dalam pameran tersebut mendapat dukungan Ketua Dekranasda Kabupaten Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile.
Dukungan tersebut bertujuan memperkenalkan hasil karya perajin dan pelaku usaha lokal agar semakin dikenal masyarakat, memiliki nilai jual, dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Salah satu produk unggulan yang ditampilkan ialah kain karawo, kerajinan khas Gorontalo yang menggunakan teknik mengiris dan menyulam benang pada kain hingga membentuk motif tertentu.
Teknik tradisional tersebut membutuhkan keterampilan khusus dan kini mulai jarang digunakan.
Eriana menjelaskan, penggunaan teknik lama menjadi salah satu keunikan kain karawo yang ditampilkan dalam pameran tersebut.
“Berbeda dengan yang lain, produk ini menggunakan metode lama. Sekarang sudah agak jarang ditemukan orang yang menggunakan metode tersebut,” katanya.
Ia mengatakan kain karawo yang dipamerkan telah memenuhi standar ekspor dan beberapa kali dikirim ke Jepang. Sebelum dipasarkan ke luar negeri, produk tersebut harus melalui proses kurasi untuk memeriksa kondisi kain dan kerapian benang.
Selain kain karawo, Dekranasda Bone Bolango memperkenalkan aksesori etnik berupa kalung bermotif karawo. Produk tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan kerajinan tradisional dengan tetap mempertahankan ciri khas budaya Gorontalo.
Stan pameran juga menampilkan produk kuliner, di antaranya keripik bawang yang menurut keterangan saat diperkenalkan dibuat tanpa penyedap rasa dan bahan pengawet.
Sejumlah makanan olahan lainnya ditawarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp16.000, Rp20.000, hingga Rp25.000.
Keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi sarana bagi pelaku UMKM Bone Bolango untuk memperkenalkan produk kerajinan dan pangan olahan secara langsung kepada masyarakat serta memperluas jangkauan pemasaran.












