Scroll untuk baca berita
Lingkungan

Giliran Desa Teratai Pohuwato, Aktivitas PETI Malam Hari Mengusik Warga

×

Giliran Desa Teratai Pohuwato, Aktivitas PETI Malam Hari Mengusik Warga

Sebarkan artikel ini
Aktivitas PETI Malam hari di Desa Teratai, Dusun Moduito, Kecamatan Marisa. (Foto: Ditingkatkan AI/Hibata.id
Aktivitas PETI Malam hari di Desa Teratai, Dusun Moduito, Kecamatan Marisa. (Foto: Ditingkatkan AI/Hibata.id

Hibata.id – Malam di Desa Teratai, Dusun Moduito, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, seharusnya menjadi waktu warga beristirahat setelah seharian bekerja. Namun belakangan ini, suasana itu berubah.

Ketika sebagian besar rumah mulai mematikan lampu dan jalan kampung sepi, suara mesin justru terdengar dari kejauhan. Getaran tanah pelan-pelan terasa. Suara batu, pasir, dan deru alat berat menyusup ke sela-sela malam.

Warga menyebut aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali muncul di sekitar permukiman.

Padahal, aparat gabungan Polri dan TNI belum lama ini melakukan penertiban. Tetapi di Pohuwato, aktivitas tambang ilegal seolah tidak pernah benar-benar berhenti.

Setelah satu titik ditertibkan, titik lain kembali muncul. Bagi warga, kondisi itu seperti siklus yang berulang.

Baca Juga:  Jumlah Spesies Burung di Indonesia Bertambah

Tambang Ilegal Diam-Diam Saat Malam

Seorang warga Desa Teratai yang enggan disebutkan namanya mengatakan aktivitas PETI biasanya berlangsung saat malam hari.

Ia menduga pelaku sengaja memilih waktu tersebut agar tidak mudah terlihat petugas.

“Dorang bekerja nanti malam, Pak. So mulai banyak lagi yang bekerja,” katanya pelan.

Warga menyaksikan alat berat mulai masuk satu per satu. Tanah digerus, lubang-lubang baru terbentuk. Pelaku bekerja cepat, seolah berpacu dengan waktu.

Bagi warga, bunyi mesin di tengah malam bukan sekadar gangguan. Suara itu menjadi pertanda bahwa aktivitas tambang ilegal masih berjalan, meski keluhan warga sudah berulang kali disampaikan.

Baca Juga:  PETI di Balayo Pohuwato Merusak Sungai dan Meresahkan Warga Sekitar

Warga menegaskan mereka tidak mempermasalahkan siapa yang mendapatkan hasil. Namun mereka ingin aturan ditegakkan secara adil.

“Saya bukan iri, tapi kalau memang tidak bisa bekerja, usahakan samua tidak bekerja. Jadi mending angka di media,” ujarnya.

Ia juga menyebut aktivitas alat berat tidak hanya terjadi dekat permukiman. Beberapa lokasi tambang disebut berada di area yang lebih tinggi.

“Ada juga yang bekerja di atas,” katanya.

Dampak PETI

Aktivitas PETI di Pohuwato tidak hanya menimbulkan kebisingan. Warga di beberapa desa terdampak mengeluhkan air yang berubah keruh, jalan yang rusak, serta lahan yang perlahan kehilangan fungsi.

Di tengah kekhawatiran itu, masyarakat merasa kehidupan kampung mereka seperti berada di bawah ancaman yang terus datang tanpa henti.

Baca Juga:  Miris!, Ada Oknum TKSK Diduga Terlibat di PETI Balayo

Mereka ingin hidup normal, tanpa suara alat berat, tanpa lumpur yang mengalir, dan tanpa rasa was-was setiap malam.

Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo mengakui aparat telah mengantongi identitas pelaku PETI di Pohuwato. Namun hingga saat ini pelaku belum berhasil diamankan.

“Sudah, cuma belum ketangkap,” kata Kapolda singkat.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa persoalan PETI di Pohuwato bukan cerita baru. Identitas pelaku disebut sudah diketahui, namun aktivitas tambang ilegal masih tetap berjalan.

 

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel
Penulis: TimEditor: Redaksi