Scroll untuk baca berita
Buton

Hadiri Tradisi Pokalapa di Lolibu, Bupati Buton Tengah Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya

Avatar of Redaksi ✅
×

Hadiri Tradisi Pokalapa di Lolibu, Bupati Buton Tengah Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, saat menghadiri pesta panen dan tradisi adat Pokalapa di Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kamis sore, 15 Januari 2026. (Foto: Istw)
Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, saat menghadiri pesta panen dan tradisi adat Pokalapa di Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kamis sore, 15 Januari 2026. (Foto: Istw)

Hibata.id – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menegaskan komitmennya melestarikan nilai-nilai budaya lokal di tengah percepatan pembangunan daerah. Komitmen itu disampaikan Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, saat menghadiri pesta panen dan tradisi adat Pokalapa di Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kamis sore, 15 Januari 2026.

Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Buton Tengah, anggota DPRD Buton Tengah La Ode Muslimin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kapolsek Lakudo, serta perangkat desa. Sejumlah tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda Desa Lolibu juga turut hadir.

Dalam sambutannya, Azhari mengapresiasi masyarakat Desa Lolibu yang dinilai konsisten menjaga tradisi leluhur. Menurut dia, Pokalapa bukan sekadar pesta panen, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

Baca Juga:  Batalyon Infanteri TP 870/Sangia Wambulu Resmi Diterima, Berikut Pesan Bupati Azhari

“Tradisi ini adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan sekaligus upaya mempertahankan warisan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman,” kata Azhari.

Tradisi Pokalapa memiliki nilai historis tersendiri. Ritual ini menggunakan anjelai, sejenis biji-bijian yang pada masa penjajahan konon dimanfaatkan sebagai alat pertahanan untuk menyerang musuh. Kini, Pokalapa dimaknai sebagai simbol kemenangan, kebersamaan, serta doa agar masyarakat kembali diberi kesempatan melaksanakannya di tahun-tahun mendatang.

Kepala Desa Lolibu, Sahrul, menjelaskan bahwa Pesta Panen Kambewe dan Pokalapa merupakan agenda tahunan desa. Tradisi tersebut berbeda dengan Kasampunikino yang digelar dua tahun sekali.

Baca Juga:  Perkuat Fondasi Keagamaan, Pemkab Buton Tengah Luncurkan Program “Kota Santri”

“Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga memperkuat toleransi antarumat beragama di Desa Lolibu,” ujar Sahrul.

Selain menyinggung pelestarian budaya, Azhari memaparkan sejumlah program strategis pembangunan di Buton Tengah. Pemerintah daerah, kata dia, akan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pembangunan berbagai fasilitas pemerintahan dan layanan dasar.

Dalam waktu dekat, pembangunan Kantor Pengadilan Agama dan Kantor Kejaksaan Negeri akan dimulai. Tahun ini, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan Kantor Badan Pusat Statistik, rumah sakit umum daerah, Sekolah Rakyat, serta Kantor Bulog.

Di sektor infrastruktur jalan, Azhari menegaskan pemanfaatan maksimal program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Seluruh program pembangunan tersebut diupayakan melalui optimalisasi anggaran pemerintah pusat guna menekan beban APBD.

Baca Juga:  Operasi Patuh Anoa 2025 Dimulai: Polres Buton Tengah Fokus Keselamatan

“Kita dorong dukungan anggaran pusat agar pembangunan berjalan maksimal dan APBD bisa lebih efisien serta tepat sasaran,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Azhari mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kelompok rentan, khususnya orang tua dan lanjut usia. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya meringankan beban masyarakat, salah satunya melalui bantuan beras.

“Pemerintah harus selalu hadir, terutama bagi orang tua dan lansia,” kata Azhari.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel