Hibata.id, Gorontalo – Kampus agama seharusnya menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam menunjukkan perilaku dan nilai moral yang baik.
Alih-alih menjadi contoh, dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo justru menjadi terjadi.
Hal itu mencuat setelah dua mahasiswi melaporkan kejadian dugaan pelecehan tersebut ke Polresta Gorontalo Kota.
Polisi membenarkan adanya laporan itu dan kini tengah menyelidiki dugaan tindak pidana tersebut.
Kasubsi Penmas Humas Polresta Gorontalo Kota, Ipda Aristia Gani, mengatakan penyidik masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mendalami laporan kedua mahasiswi.
“Saat ini sementara dilakukan rangkaian penyelidikan,” kata Aristia, Rabu (21/10/2026).
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Selasa (20/10/2026) sore di salah satu ruangan jurusan di lingkungan kampus.
Berdasarkan informasi awal, kedua mahasiswi saat itu sedang menjalani bimbingan skripsi dengan dosen yang bersangkutan.
Terduga pelaku berinisial NIW. Menurut keterangan kepolisian, kedua mahasiswi diduga mengalami pencabulan.
Polisi masih mendalami keterangan para pihak untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Kasus ini terungkap setelah salah satu mahasiswi menghubungi kerabatnya berinisial F melalui panggilan video.
Dalam percakapan itu, korban menangis dan menceritakan kejadian yang baru dialaminya. Ia kemudian meminta F datang ke kampus untuk menemaninya.
F segera mendatangi kampus dan menemui kedua mahasiswi tersebut. Menurut keterangannya, keduanya tampak ketakutan dan masih menangis.
F kemudian menemui dosen yang dilaporkan. F mengaku dosen tersebut mengakui perbuatannya dan ingin meminta maaf secara langsung kepada kedua mahasiswi.
Namun, keduanya menolak bertemu karena merasa takut dan mengalami trauma.
F lalu meminta dosen tersebut bertanggung jawab, termasuk dengan melaporkan diri ke polisi.
Setelah itu, kedua mahasiswi bersama F mendatangi Polresta Gorontalo Kota untuk melaporkan dugaan kejadian tersebut.
Pelaku Dosen Datangi Polresta
Aristia mengatakan terduga pelaku juga mendatangi Mapolresta Gorontalo Kota pada Selasa malam setelah mengetahui adanya pengaduan dari mahasiswa.
Menurut Aristia, terduga pelaku datang atas inisiatif sendiri karena khawatir setelah kasus tersebut ramai dibicarakan di kalangan mahasiswa.
“Tujuannya datang untuk mengamankan dirinya sendiri,” ujar Aristia.
Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku disebut mengakui perbuatannya.
Meski demikian, polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan belum menetapkan tersangka.
Hingga berita ini ditulis, pihak UIN Sultan Amai Gorontalo, termasuk dekan terkait, belum memberikan keterangan resmi.
Tim Hibata telah berupaya meminta konfirmasi, tetapi belum memperoleh tanggapan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan perguruan tinggi agar tetap aman bagi mahasiswa.
Setiap laporan dugaan kekerasan seksual perlu ditangani secara serius dengan mengutamakan keselamatan korban, menjaga kerahasiaan identitas, dan menghormati proses hukum.












