Editorial

Penjual Lampu Minyak Tumbilotohe Ketiban Untung di Penghujung Ramadhan

235
×

Penjual Lampu Minyak Tumbilotohe Ketiban Untung di Penghujung Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Penjual Lampu Minyak Tumbilotohe Ketiban Untung di Penghujung Ramadhan/Hibata.id
Penjual Lampu Minyak Tumbilotohe Ketiban Untung di Penghujung Ramadhan/Hibata.id

Hibata.id – Di Provinsi Gorontalo, pedagang lampu minyak mendapat berkah di penghujung Ramadhan tahun 2024. Sepertinya euforia tradisi pasang lampu atau Tumbilotohe jelang lebaran bakal meriah.

Tradisi Tumbilotohe, atau pasang lampu tradisional, merupakan adat tua di Gorontalo yang dilaksanakan tiga hari sebelum Idul Fitri.

Pedagang-pedagang mulai memanfaatkan tradisi ini untuk mengais rezeki dengan menjual pelita yang terbuat dari botol bekas.

Baca Juga: Serahkan Bantuan Korban Kebakaran, ini Pesan Sekda Kota Gorontalo

Di Kota Gorontalo, beberapa lapak dadakan di pinggiran jalan mulai menawarkan lampu botol kepada warga yang melintas.

“Alhamdulillah, tahun ini tumbilotohe digelar meriah dan kami bisa meraih keuntungan,” kata Haknun, pedagang lampu minyak di Kota Gorontalo.

“Beberapa hari yang lalu, ada yang membeli 500 buah lampu botol sekaligus. Kami sungguh gembira,” tambahnya.

Pedagang lain, Lisna mengaku sudah lima tahun menjadi pedagang musiman dengan berjualan pelita tersebut. Khusus untuk Ramadhan tahun ini, ia menyebut telah menyiapkan 4.000 pelita yang dibuatnya dari botol bekas.

“Kami sudah beberapa hari berjualan di sini. Banyak yang membeli, tidak seperti tahun sebelumnya yang sepi,” katanya.

Lampu-lampu tersebut dijual oleh mereka dengan harga bervariasi, tergantung pada jenis pelita yang diinginkan pembeli.

Pelita dengan 12 sumbu lampu dijual seharga Rp12 ribu. Sementara yang berisi 3 lampu botol lengkap dengan sumbu lampu dijual seharga Rp5 ribu saja.

“Biasanya, yang paling laris adalah lampu botol lengkap dengan sumbu,” ia menandaskan.

Example 120x600