Di sisi lain, pihak sekolah, seperti Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pemalang, meskipun berada tepat di depan Taman Patih Sampun, selalu berusaha mengawasi dan mengingatkan siswanya agar tidak memarkirkan sepeda motor di taman tersebut.
“Kami bahkan mengundang orang tua siswa untuk tidak membiarkan anak-anaknya memarkirkan sepeda motor saat berangkat sekolah di Taman Patih Sampun,” kata Untung, staf bagian kesiswaan di sekolah tersebut.
Seorang warga bernama Sandy(45) mengeluhkan kondisi parkiran di depan Taman Patih Sampun yang mengambil ruang di bahu jalan dan trotoar.
“Sangat mengganggu arus lalu lintas dan membuat pejalan kaki kesulitan karena jalanannya terhalang oleh ratusan motor yang diparkir,” keluh Sandy.
Perlu dicatat bahwa Taman Patih Sampun, yang diresmikan oleh mantan Bupati Pemalang Junaedi. ini adalah fasilitas publik yang dibangun untuk rekreasi warga dengan segala sarana dan prasarana yang disediakan untuk kenyamanan warga secara gratis.
Namun, kenyataannya, selain kondisi taman yang kumuh, bagian depan Taman Patih Sampun telah dijadikan tempat parkir, yang jelas melanggar peraturan yang ada.
Ragil













