Hibata.id – Harga emas dunia kembali mencetak rekor baru dengan menembus level USD 4.600 per ons.
Kenaikan ini terjadi karena investor memilih aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan kondisi geopolitik global.
Harga emas spot pada perdagangan awal pekan naik 2,2 persen ke posisi USD 4.609,58 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di level USD 4.629,94 per ons.
Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,5 persen ke USD 4.614,70 per ons.
Tidak hanya emas, harga perak juga ikut melonjak dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa. Harga perak spot sempat menyentuh USD 85,75 per ons dan terakhir tercatat naik 6,9 persen ke level USD 85,437 per ons.
Kepala Riset Komoditas Global Societe Generale, Michael Haigh, mengatakan tingginya ketidakpastian global langsung mendorong permintaan terhadap logam mulia. Ia menilai hampir setiap pekan muncul faktor baru yang memicu kekhawatiran pasar.
Menurut Haigh, penguatan harga emas masih berpeluang berlanjut karena kondisi yang mendukung belum banyak berubah.
Sepanjang tahun lalu, harga emas melonjak lebih dari 64 persen dan menjadi kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Sementara itu, harga perak mencatatkan kenaikan hingga 146,8 persen, tertinggi sepanjang sejarah.
Tekanan terhadap Federal Reserve (The Fed) menjadi salah satu faktor utama penguatan emas.
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meningkatkan tekanan terhadap bank sentral, termasuk terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.
Masa jabatan Powell dijadwalkan berakhir pada Mei mendatang. Pemerintah AS disebut mulai mempertimbangkan sejumlah nama sebagai calon pengganti.
Sementara itu, The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan 27–28 Januari setelah memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang tahun lalu.
Pelaku pasar masih memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga tambahan tahun ini. Kondisi tersebut membuat emas tetap menarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Selain faktor ekonomi, situasi geopolitik global juga ikut menopang harga logam mulia. Ketegangan di sejumlah kawasan dunia membuat investor cenderung memilih instrumen yang dinilai lebih aman.
Manajer dana emas dan perak Jupiter Asset Management, Ned Naylor-Leyland, mengatakan pergerakan harga emas dan perak umumnya searah.
Namun, ia menilai harga perak bisa bergerak lebih tajam karena ukuran pasarnya lebih kecil.
Logam mulia lainnya juga menguat. Harga platinum naik 3,5 persen ke level USD 2.351,78 per ons, sementara palladium menguat 3,3 persen ke posisi USD 1.875,68 per ons.












