Hibata.id – Rata-rata lama menginap atau Average Length of Stay (ALOS) tamu di hotel bintang di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren meningkat pada November 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat, ALOS hotel bintang mencapai 1,59 malam, naik dibandingkan Oktober 2025 yang berada di angka 1,54 malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, mengatakan bahwa peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kontribusi wisatawan mancanegara yang mencatat lama tinggal lebih tinggi dibandingkan tamu domestik.
“Pada November 2025, rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang mencapai 1,68 malam, sementara tamu domestik berada di angka 1,59 malam,” kata Dwi Alwi Astuti, Senin (5/1/2026).
Perbedaan durasi menginap terlihat lebih signifikan pada sektor hotel nonbintang. Secara keseluruhan, ALOS hotel nonbintang tercatat 1,16 malam, meningkat dari 1,07 malam pada Oktober 2025.
Jika dirinci, tamu asing di hotel nonbintang rata-rata menginap selama 1,91 malam, sedangkan tamu domestik tercatat 1,16 malam. Data ini menunjukkan kecenderungan wisatawan mancanegara memilih masa tinggal lebih lama, termasuk di akomodasi dengan tarif lebih terjangkau.
BPS juga mencatat bahwa secara historis, rata-rata lama menginap hotel bintang di Gorontalo selama 2023 dan 2024 bergerak fluktuatif.
Pada 2023, ALOS tertinggi terjadi pada April dengan 2,00 malam, sementara angka terendah tercatat pada Desember sebesar 1,42 malam. Sepanjang 2024, ALOS relatif stabil di bawah dua malam setiap bulan.
Tren stabil tersebut berlanjut hingga November 2025, dengan ALOS hotel bintang bergerak pada kisaran 1,39 hingga 1,61 malam. Puncak tertinggi tahun 2025 tercatat pada Agustus sebesar 1,61 malam, sementara November berada di posisi 1,59 malam.
Peningkatan rata-rata lama menginap, khususnya yang didorong oleh wisatawan asing, menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata dan industri perhotelan di Provinsi Gorontalo.












