Buton

Dikbud Buton Tengah Temukan Ketidaksesuaian Revitalisasi Sekolah

×

Dikbud Buton Tengah Temukan Ketidaksesuaian Revitalisasi Sekolah

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dikbud Buton Tengah La Ode Amaluddin meninjau dugaan ketidaksesuaian pekerjaan revitalisasi di SMPN Satap 20 Buteng/Hibata.id
Plt Kepala Dikbud Buton Tengah La Ode Amaluddin meninjau dugaan ketidaksesuaian pekerjaan revitalisasi di SMPN Satap 20 Buteng/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, menemukan dugaan ketidaksesuaian pengerjaan program revitalisasi di SMPN Satap 20 Buteng.

Sejumlah pekerjaan diduga tidak mengikuti rencana anggaran biaya (RAB), termasuk penggantian kusen pintu dan jendela yang disebut hanya dicat ulang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Buteng, Dr. La Ode Amaluddin, mengatakan temuan tersebut berawal dari aduan masyarakat mengenai kualitas pengerjaan revitalisasi sekolah.

Menindaklanjuti laporan itu, ia turun langsung untuk memeriksa kondisi bangunan pada Selasa, sebelum menyampaikan hasil pemantauan kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

“Kemarin kita ke sekolah yang dimaksud, SMPN Satap 20 Buteng. Di sana, kita menemukan kondisi seperti yang diadukan warga setempat,” kata Amaluddin saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca Juga:  Peringatan Nuzulul Qur’an di Lakudo Perkuat Spirit Keagamaan Masyarakat Buteng

Ia mengaku menemukan sejumlah pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan.

Berdasarkan keterangan pekerja yang ditemuinya di lokasi, beberapa bagian bangunan yang seharusnya menggunakan material baru justru hanya mendapat pengecatan ulang.

“Dari pengakuan pekerja, ada beberapa item yang pengerjaannya hanya dilakukan dengan pengecatan kembali, padahal semestinya diganti baru,” ujarnya.

Amaluddin menjelaskan, program revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi dua bangunan dengan total empat ruang kelas belajar (RKB). Pekerjaan meliputi perbaikan sejumlah bagian bangunan, mulai dari atap hingga kusen.

Baca Juga:  Wabup Buton Tengah Buka Sosialisasi Reforma Agraria dan Penataan Kawasan Hutan

Namun, hasil pemantauan menunjukkan satu bangunan masih menggunakan kusen lama yang menurut Amaluddin seharusnya diganti sesuai perencanaan.

Ia juga menyoroti pemasangan kusen yang dinilai kurang rapi dan tidak simetris.

Selain memeriksa kondisi fisik bangunan, Amaluddin meminta pekerja menghubungi kepala SMPN Satap 20 Buteng untuk memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Menurut dia, kepala sekolah yang bersangkutan tidak datang meski telah dihubungi melalui telepon. Amaluddin mengaku menunggu hampir satu jam sebelum melanjutkan pemantauan ke sekolah lain.

“Saya menunggu hampir satu jam, tetapi kepala sekolah tidak datang. Karena itu, saya melanjutkan pemantauan ke sekolah lain. Namun, saya sudah berpesan agar item pekerjaan yang tidak sesuai segera diperbaiki berdasarkan RAB. Jika tidak, hal itu dipastikan akan menjadi temuan,” katanya.

Baca Juga:  Antisipasi Nataru, Dinkes Buteng Dirikan Posko Kesehatan di Kawasan Wisata

Amaluddin menegaskan pihak terkait perlu memperbaiki pekerjaan yang terbukti tidak sesuai dengan perencanaan.

Ia juga mengingatkan bahwa kesesuaian material dan kualitas pengerjaan penting untuk memastikan bangunan sekolah layak serta aman digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak SMPN Satap 20 Buteng mengenai dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut.

Karena itu, penjelasan pihak sekolah dan pemeriksaan terhadap dokumen perencanaan diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan RAB dan petunjuk teknis program revitalisasi.