Hibata.id, Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul potensi kabut asap pada 15–17 Oktober 2026.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Buton Tengah, Moh. Asman Bahara, mengatakan imbauan tersebut mengacu pada informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari tertanggal 14 Oktober 2026.
“BMKG Provinsi Sulawesi Tenggara memperkirakan kabut asap berpotensi terjadi pada 15–17 Oktober 2026. Kabupaten Buton Tengah disebut berada dalam kategori sedang hingga tinggi,” kata Asman, Kamis (15/10/2026).
Melalui surat Sekretariat Daerah tertanggal 15 Oktober 2026, pemerintah daerah meminta warga menerapkan lima langkah pencegahan.
Masyarakat diminta memakai masker medis atau masker kain berlapis. Masker KN95/N95 disarankan saat asap sangat pekat.
Warga juga perlu membawa masker cadangan, membatasi kegiatan di luar ruangan, mengonsumsi air putih yang cukup, dan menjaga asupan makanan bergizi.
Pengendara kendaraan darat maupun pengguna transportasi laut juga diminta menyalakan lampu apabila jarak pandang menurun akibat kabut asap.
Asman mengingatkan warga yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau mata perih agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Imbauan tersebut ditujukan kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Buton Tengah.
Kebijakan itu berlaku mulai 15 Oktober 2026 hingga ada informasi lebih lanjut, dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara.
Buton Tengah Catat 56 Titik Kebakaran Lahan
Data Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Buton Tengah mencatat 67 titik kebakaran sepanjang 2026. Sebanyak 56 titik merupakan kebakaran lahan, sedangkan 11 titik lainnya merupakan kebakaran rumah.
Kepala Satpol PP dan Damkar Buton Tengah, Hermansya, mengatakan data tersebut berasal dari laporan kejadian yang diterima petugas di lapangan.
“Sepanjang tahun ini, berdasarkan laporan yang kami terima di lapangan, ada 11 titik kebakaran rumah dan 56 titik kebakaran lahan,” kata Hermansya beberapa waktu lalu.












